Bagikan:

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump menekankan pentingnya bagi negara-negara Timur Tengah untuk bergabung dengan Perjanjian Abraham, yang bertujuan untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Hal itu kata Trump dapat memastikan perdamaian di kawasan tersebut.

"Sekarang persenjataan nuklir yang 'dibuat' oleh Iran telah sepenuhnya DILENYAPKAN, sangat penting bagi saya bahwa semua Negara Timur Tengah bergabung dengan Perjanjian Abraham," tulis Trump dalam unggahan media sosial dilansir Reuters, Kamis, 7 Agustus.

Sebagai bagian dari Perjanjian Abraham, yang ditandatangani selama masa jabatan pertama Trump, empat negara mayoritas Muslim sepakat untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel setelah mediasi AS. Upaya untuk memperluas perjanjian tersebut telah dipersulit oleh melonjaknya jumlah korban tewas dan kelaparan di Gaza.

Perang di Gaza, yang menurut otoritas setempat menewaskan lebih dari 60.000 orang, telah memicu kemarahan global. Kanada, Prancis, dan Inggris telah mengumumkan rencana dalam beberapa hari terakhir untuk mengakui negara Palestina yang merdeka.

Pemerintahan Trump secara aktif berdiskusi dengan Azerbaijan tentang kemungkinan membawa negara tersebut dan beberapa sekutu Asia Tengah ke dalam Perjanjian Abraham, dengan harapan dapat mempererat hubungan mereka yang sudah ada dengan Israel, menurut lima sumber yang mengetahui masalah tersebut.