JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mendukung rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk merevitalisasi Rumah Pompa Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi lebih modern.
Di mana, Rumah Pompa Waduk Pluit dioperasikan untuk mengendalikan debit air pada aliran sungai/kali di kawasan VVIP seperti Istana Negara.
"Beralih ke teknologi pompa lumpur canggih adalah bagian dari adaptasi terhadap tantangan iklim dan urbanisasi," kata Wibi kepada wartawan, Kamis, 31 Juli.
Di satu sisi, Wibi menegaskan Pemprov DKI harus menjalankan perencanaan hingga pelaksanaan revitalisasi Rumah Pompa Waduk Pluit secara transparan, khususnya terkait penggunaan anggaran.
"DPRD menekankan agar rencana ini disusun dengan perencanaan berbasis data, transparansi anggaran, pelatihan SDM, dan sistem pemeliharaan yang jelas," jelas Wibi.
Kemudian, tak lupa revitalisasi juga perlu dilakukan dengan tak mengesampingkan aspek penghijauan kota.
"Revitalisasi sungai dan penghijauan kota tetap harus berjalan beriringan agar penanganan banjir tidak hanya bergantung pada alat, tapi juga memperkuat daya dukung lingkungan Jakarta secara menyeluruh," tambahnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai sudah saatnya Rumah Pompa Waduk Pluit direvitalisasi dengan pengoperasian alat yang lebih modern.
Hal ini diungkapkan Pramono saat meninjau Rumah Pompa Waduk Pluit untuk melihat mekanisme antisipasi dan pencegahan banjir yang dilakukan.
"Memang harus ada modernisasi. Ini kan masih bergantung kepada alat berat ekskavator untuk mengambil lumpurnya," kata Pramono, Selasa, 28 Juli.
Rumah pompa ini memiliki 10 unit pompa dengan kapasitas 15 meter kubik per detik dan luas area tangkapan Waduk Pluit seluas 2.779 hektare.
"Ini adalah waduk yang paling prioritas, utama dan termasuk ada tiga pompa disini yang melayani daerah VVIP termasuk Istana dan sebagainya," urai Pramono.
BACA JUGA:
Kawasan Istana Negara sempat terendam banjir pada tahun 2015 dan 2020 lalu. Diketahui, saat Istana sampai tergenang, ternyata pengoperasian Rumah Pompa Waduk Pluit bermasalah.
Saat kejadian itu, Pramono masih menjabat sebagai Sekretaris Kabinet. Oleh sebab itu, Pramono menganggap pemantauan Rumah Pompa Waduk Pluit secara berkala menjadi penting.