JAKARTA - Enam orang tewas dan lebih dari 160 orang terluka saat menunggu bantuan di Gaza utara dalam dua insiden terpisah pada Jumat malam dan Sabtu pagi.
"Petugas Layanan Darurat dan Ambulans mengevakuasi 133 orang terluka dan enam orang martir dari mereka yang menunggu bantuan di Jalur Gaza utara," demikian pernyataan di grup Telegram resmi untuk layanan medis di Gaza dilansir CNN, Sabtu, 26 Juli.
Sebanyak 30 orang lainnya terluka saat menunggu bantuan di Gaza utara pada Sabtu pagi, menurut organisasi yang sama dalam unggahan selanjutnya.
CNN telah menghubungi militer Israel terkait kedua insiden tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan lebih dari 1.000 orang telah dibunuh oleh pasukan Israel saat mencari makanan sejak akhir Mei, ketika kelompok bantuan baru yang kontroversial, yang didukung Israel dan AS, Gaza Humanitarian Foundation (GHF), mulai beroperasi di Gaza selatan.
BACA JUGA:
Dari jumlah tersebut, ratusan orang tewas di dekat lokasi GHF, menurut PBB. Lainnya tewas saat mencoba mendapatkan bantuan dari konvoi yang datang ke Gaza selatan dan utara.
Kekurangan pangan yang semakin meningkat di seluruh Jalur Gaza telah mendorong ribuan orang yang putus asa untuk berjalan jauh – seringkali di malam hari – dalam upaya untuk mendapatkan bantuan, yang seringkali menghadapi tembakan dari pasukan Israel.