JAKARTA - Presiden Asosiasi Medis Israel (IMA) Prof. Zion Hagay mendesak Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel di Wilayah (COGAT) untuk memastikan masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan dasar ke Jalur Gaza.
Dalam surat tersebut, Hagay merujuk pada laporan dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas yang menyebutkan 73 orang tewas saat menunggu bantuan kemanusiaan pada Hari Minggu.
"Jika ini akurat, ini merupakan pelanggaran serius terhadap etika medis dan hukum internasional," tulis Hagay, melansir The Times of Israel 22 Juli.
"Kami sangat menghargai tanggapan rinci Anda yang mengklarifikasi fakta sehingga kami dapat menanggapi klaim yang datang kepada kami dari berbagai sumber," ujarnya.
Menanggapi klaim Kementerian Kesehatan Hamas tentang kematian di dekat lokasi bantuan, IDF mengakui melepaskan "tembakan peringatan” untuk mengendalikan massa, tetapi mengatakan jumlah korban tewas yang dilaporkan "dilebih-lebihkan."
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 73 orang tewas sekitar 150 orang terluka akibat tembakan Israel saat mencari pasokan bantuan di Gaza pada Hari Minggu, dikutip dari CNN.
Sekitar 67 orang tewas di Gaza utara, kata kementerian tersebut, sementara enam lainnya tewas di Khan Younis di selatan Jalur Gaza. Tidak jelas apakah 67 orang yang dilaporkan tewas di Gaza utara semuanya tewas di tempat yang sama atau dalam beberapa insiden.
BACA JUGA:
Ini menandai salah satu jumlah korban tewas tertinggi yang dilaporkan di antara kasus-kasus baru-baru ini yang berulang di mana para pencari bantuan tewas.
Sementara, sumber-sumber medis di Gaza melaporkan pada Hari Minggu, jumlah korban dalam apa yang disebut "jebakan maut" di lokasi-lokasi distribusi bantuan yang menjadi sasaran pasukan Israel telah mencapai 995 korban jiwa, 6.011 luka-luka, dan 45 orang dilaporkan hilang sejak 27 Mei, seperti dilansir dari WAFA.