Bagikan:

JAKARTA - Forum group discussion (FGD) terkait ojek online (ojol) yang digelar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berlangsung ricuh. Ada peserta yang mengaku perwakilan pengemudi tapi diduga tak memiliki akun aktif.

Diskusi ini digelar di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, Kamis, 24 Juli. Kegiatan dihadiri perwakilan instansi, lembaga, stakeholder dan komunitas ojol untuk mendiskusikan terkait permasalahan seputar ojek online seperti kenaikan tarif, bagi hasil, status kemitraan, dan lain-lain.

"Dari awal acara dimulai juga terlihat sudah tidak kondusif," kata Erna selaku Humas Unit Respons Cepat (URC) melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 26 Juli.

Erna mengatakan URC yang jadi salah satu peserta, sejak awal melihat ada interupsi tak jelas. "Apalagi (pengemudi, red) roda empat. Dari mereka merasa tidak diundang untuk acara tersebut," tegasnya.

"Yang mana ternyata FGD itu merupakan agenda khusus untuk ojol bukan taksol (taksi online) ataupun kurir," sambung Erna.

Sementara itu, Danny Stepanus, Ketua Umum Masyarakat Ojek Online Seluruh Indonesia (MOOSI) menyoroti kurang ketatnya pengawasan Kemenhub dalam kegiatan FGD tersebut. Kata dia, banyak nama yang tak diundang justru hadir sebagai peserta.

"Bahkan ada juga sebagian orang yang tidak boleh masuk karena namanya tidak ada justru dapat masuk karena mengaku pada petugas kalau dirinya bagian dari URC atau komunitas lainnya yang diundang hanya untuk dapat masuk pada acara itu," ungkap Danny.

Selain itu, Danny juga menyoroti oknum dari kelompok 'korban aplikator' seperti Garda maupun SPAI. Mereka dianggap menyampaikan interupsi yang tak relevan.

"Lucunya, dari kubu korban aplikator malah memaksa untuk berbicara padahal tidak memiliki akun, ditambah lagi dia menyerukan agar seluruh pihak termasuk Kemenhub yang tidak memiliki akun untuk keluar ruangan. Wong kalau bicara otaknya dipakai dulu, masa yang punya acara disuruh keluar," ujarnya.

"Kalau ngakunya mewakili ojol seluruh Indonesia masa tidak punya akun ojol. Lha, terus tahu dari mana penderitaan para ojol di jalan, bagaimana faktanya di jalan," pungkasnya.