JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan untuk mempersenjatai Ukraina dan memberi Rusia tenggat waktu baru 50 hari untuk berdamai. Upaya Trump tersebut dinilai memberi Rusia waktu tambahan untuk melanjutkan serangan ke Ukraina.
Menurut laporan AP, Kamis 17 Juli, meski tenggat waktu damai dengan Ukraina itu diiringi dengan ancaman AS bakal memberi sanksi berat terhadap ekspor energi Rusia, namun hal itu dianggap berpotensi tinggi melemahkan Ukraina.
Ukraina saat ini sedang mengalami kekurangan personel dan persenjataan. Kondisi itu memaksa pasukan Ukraina untuk fokus mempertahankan wilayah daripada melancarkan serangan balasan ke Rusia.
Di satu sisi, para pejabat dan analis Ukraina menilai tenggat waktu 50 hari ke Rusia tidak akan mencapai terobosan teritorial yang cukup signifikan bagi Ukraina. Dengan demikian, Ukraina akan menerima persyaratan Rusia dalam waktu dekat.
Sejak musim semi, Rusia mempercepat pengambilalihan wilayah Ukraina termasuk wilayah terluas di bagian timur.
Meluasnya pertempuran ke Dnipropetrovsk dinilai juga merusak moral Ukraina dan memberi Rusia lebih banyak pengaruh dalam negosiasi antara dua negara yang bertikai tersebut.