JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon membantah penamaan Tim Garuda 9 sebagai inisiator Hari Kebudayaan terinspirasi dari lambang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Menurut Fadli, penamaan ini lebih kepada melihat lambang negara yakni Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Fadli pun menegaskan penetapan Hari Kebudayaan bersamaan dengan lahirnya Bhinneka Tunggal Ika.
"Ada nggak yang lebih tinggi dari Bhinneka Tunggal Ika. Itu aja, ada nggak dalam soal kebudayaan? Kalau ada kasih tau saya. Ini sudah menjadi 1 dari 4 pilar yang disosialisasikan Termasuk oleh MPR, oleh DPR, ke seluruh Indonesia," tegas Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 17 Juli.
"Jadi menurut saya luar biasa itu temuan itu. Bukan dari saya, itu dari tokoh-tokoh masyarakat yang sangat jeli melihat Bahwa Bhinneka Tunggal Ika itu belum pernah kita rayakan, sebagaimana pencapaian dari persatuan di dalam keberagaman budaya kita," lanjutnya.
BACA JUGA:
Fadli pun membantah jika ada politikus Gerindra yang terafiliasi dalam Tim Garuda 9. Bilapun ada, kata Fadli, tidak ada masalah karena sama-sama merupakan masyarakat Indonesia.
"Nggak ada. Kalau pun terafiliasi terus kenapa? Dari mana saja datangnya mau dari PDIP, mau dari NasDem, mau dari PAN, mau dari Golkar, nggak ada masalah, itu masyarakat kok," tegas Wakil Ketua Umum Gerindra itu.
"Tapi yang datang pada saya itu Maestro Ketoprak, kemudian dari keluarga besar trah Diponegoro. Kemudian ada Yati Pesek, kalau tidak salah ada Ibu Yani Sapto Hudoyo dan banyak lagi. Kalau disebutin satu-satu banyak sekali," pungkas Fadli Zon.