JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan sistem pertahanan rudal Patriot akan tiba di Ukraina dalam beberapa beberapa hari, di saat belum ada kejelasan mengenai detailnya di antara sekutu Eropa.
Presiden Donald Trump akhirnya menemukan cara untuk mempersenjatai Ukraina: meminta sekutu Eropa untuk menyumbangkan senjata mereka, dan menjual penggantinya dari Amerika.
Beberapa sistem pertahanan rudal Patriot akan tiba di Ukraina "dalam beberapa hari," kata Trump di Ruang Oval pada Hari Senin, melansir Reuters 17 Juli.
"Kami akan membuat senjata terbaik, dan akan dikirim ke NATO," katanya.
Sistem Patriot yang maha tapi sangat diminati oleh sekutu AS terbukti efektif menghancurkan rudal balistik Rusia yang ditujukan ke kota-kota Ukraina.
Namun sejak pengumuman tersebut, menjadi jelas Presiden Trump menyajikan sebuah kerangka kerja, bukan rencana yang matang. Seberapa besar dukungan yang diberikan untuk Ukraina akan bergantung pada negosiasi mendatang tentang siapa yang menyediakan peralatan apa, menurut 10 pejabat di AS dan Eropa.
Pertanyaan utamanya adalah siapa yang akan menyumbangkan baterai Patriot, dan kapan.
"Seperti biasa dalam hal ini, masalahnya ada pada detailnya," kata seorang duta besar Eropa di Washington.
Rencana yang digagas Trump dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dalam beberapa hari terakhir, menurut dua sumber yang mengetahui diskusi tersebut, telah diterima secara positif oleh Ukraina dan sekutunya.
Para pemimpin di Kyiv dan di tempat lain merayakan perubahan nada yang signifikan dari Trump, yang hingga beberapa minggu terakhir memuji Presiden Rusia Vladimir Putin. Di sisi lain, beberapa pihak di Eropa menyuarakan rasa frustrasi karena merekalah yang sebenarnya menanggung biaya pengumuman Trump.
Dalam pertemuannya di Ruang Oval dengan Trump pada Hari Senin, Rutte menyebutkan enam negara NATO - Finlandia, Denmark, Swedia, Norwegia, Belanda, dan Kanada - yang bersedia berpartisipasi dalam skema pembelian senjata tersebut.
Sumber-sumber tingkat tinggi di dua kedutaan besar negara-negara tersebut di AS mengatakan kepada Reuters, mereka secara pribadi mengetahui rencana tersebut saat diumumkan. Bahkan sekutu dekat AS tampaknya juga mengetahui proposal tersebut saat diumumkan.
"Saya merasa jelas bahwa belum ada yang diberi pengarahan tentang detail pastinya sebelumnya," kata seorang duta besar Eropa lainnya.
"Saya juga menduga secara internal di pemerintahan, mereka baru mulai memilah apa artinya ini dalam praktik," tandasnya.
Menanggapi permintaan komentar, Pentagon merujuk Reuters pada pernyataan Presiden Trump pada hari Senin yang mengumumkan kesepakatannya dengan Sekjen Rutte. Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar, begitu pula kedutaan besar Ukraina maupun Rusia di Washington.
Sementara itu, seorang pejabat NATO mengatakan aliansi pertahanan tersebut akan mengoordinasikan pengiriman senjata melalui mekanisme yang dikenal sebagai Bantuan dan Pelatihan Keamanan NATO untuk Ukraina, sebuah misi NATO yang berlokasi di Jerman dan bertanggung jawab untuk mengoordinasikan bantuan militer Barat untuk Kyiv.
"Beberapa negara Eropa telah berkomitmen untuk mendukung inisiatif ini, termasuk Jerman, Norwegia, Denmark, Belanda, Swedia, Inggris, Kanada, dan Finlandia," kata pejabat tersebut.
"Detailnya masih dalam pembahasan," tambahnya.
Pertemuan antara negara-negara pemilik Patriot dan donor Ukraina, yang bertujuan untuk menemukan baterai pertahanan udara Patriot tambahan untuk Kyiv dan diketuai oleh komandan militer tertinggi NATO, dapat berlangsung Rabu pekan depan, menurut sumber yang dekat dengan perundingan tersebut kepada Reuters.
Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan, AS telah mengisyaratkan kesediaan berdasarkan pengaturan yang diusulkan dengan sekutu Eropa untuk mengirim senjata ofensif tambahan, meskipun Presiden Trump telah mengatakan Ukraina harus menahan diri untuk tidak menyerang Moskow.
Kini, tiga pejabat AS yang terlibat dalam masalah persenjataan mengatakan, pekerjaan sesungguhnya dimulai.
Para pejabat AS kini sedang berunding dengan sekutu-sekutu NATO dan menilai siapa yang bersedia mengirim apa ke Ukraina. Para pejabat Eropa umumnya bersikap terbuka.
"Kami siap berpartisipasi," ujar Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, kepada para wartawan di Brussels pada Hari Selasa menjelang pertemuan para menteri Uni Eropa.
Seorang pejabat menyebut Jerman, Yunani, Belanda dan Spanyol sebagai kandidat yang baik untuk mengirim baterai Patriot ke Kyiv, baik karena mereka memiliki banyak baterai maupun karena ancaman yang mereka hadapi relatif kecil.
Beberapa negara, termasuk Yunani dan Spanyol, sebelumnya telah menolak permintaan dari sekutu untuk memberikan beberapa sistem Patriot mereka kepada Ukraina, dengan alasan sistem tersebut penting untuk mempertahankan negara mereka sendiri dan NATO secara keseluruhan.
Pejabat lain mengatakan, Pemerintahan Trump telah memeriksa inventaris NATO untuk melihat apa yang tersedia. Upaya mereka selanjutnya adalah membujuk sekutu untuk menghadiahkan peralatan tersebut kepada Ukraina dengan imbalan "perdagangan", kata pejabat tersebut.
Perdagangan tersebut bisa berupa berbagai hal, kata pejabat itu, termasuk membatalkan penerimaan peralatan militer yang akan datang melalui program Penjualan Militer Asing, atau mengirim amunisi ke Ukraina dengan imbalan tanggal pengisian yang lebih awal.
Langkah Presiden Trump untuk mengambil keuntungan dari senjata tambahan yang dikirim ke Ukraina telah menciptakan sedikit ketegangan di Eropa.
"Jika kami membayar senjata-senjata ini, itu adalah bantuan kami," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, berbicara setelah pertemuan di Brussels, seraya menambahkan ia menyambut baik keputusan Presiden Trump.
"Jadi ini adalah dukungan Eropa, dan kami melakukan semampu kami untuk membantu Ukraina. Jika Anda berjanji untuk memberikan senjata, tetapi mengatakan bahwa orang lain akan membayarnya, itu bukan benar-benar Anda berikan, bukan?" tandasnya.
Presiden Trump mengatakan kepada wartawan, ada satu negara dengan 17 Patriot, beberapa di antaranya akan langsung dikirim ke Ukraina.
Angka tersebut telah menyebabkan kebingungan yang meluas di antara sekutu Eropa dan di Capitol Hill - banyak di antaranya belum diberi pengarahan - menurut para pejabat AS dan Eropa.
Tidak ada anggota NATO kecuali AS yang memiliki sistem Patriot sebanyak itu, kata dua sumber yang mengetahui masalah ini, yang menimbulkan spekulasi Presiden Trump mungkin merujuk pada komponen Patriot tertentu, seperti peluncur atau rudal.
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius yang mengunjungi Pentagon pada Hari Senin mengatakan, Jerman akan membahas pengiriman baterai Patriot ke Ukraina dengan AS dalam beberapa hari atau minggu mendatang.
BACA JUGA:
Namun, tidak ada sistem Patriot yang akan tiba di Kyiv selama berbulan-bulan, katanya, kemungkinan menunda penerimaan hingga setelah bulan-bulan musim panas yang krusial secara taktis.
Pejabat lain mengatakan Presiden Trump terlibat langsung dalam negosiasi, meskipun pembicaraan sejauh ini "tidak jelas."
"Sejauh ini orang-orang berkata, 'Kami bisa membantu,'" kata pejabat itu.
"Sekarang, apa artinya itu, kami tidak tahu," tandasnya.