BATANG - Kecelakaan beruntun terjadi di KM 353+800 jalur B Tol Batang–Semarang, Jawa Tengah, Senin pagi. Peristiwa ini melibatkan sebuah mobil Mitsubishi Pajero Sport dengan dua truk, dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
Kepolisian Resor Batang telah mengevakuasi seluruh korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari Batang untuk dilakukan visum.
“Para korban sudah kami evakuasi ke RSUD Kalisari Batang. Kami turut berduka cita atas insiden ini,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang, AKP Ahmad Zainurozaq saat dikonfirmasi di Batang, Antara, Senin, 14 Juli.
Tiga korban tewas merupakan penumpang dan pengemudi mobil Pajero Sport dengan nomor polisi G 1392 WD.
Mereka adalah Ramadhoni (23), warga Ulujami, Kabupaten Pemalang, yang mengalami luka berat di bagian kepala dan leher; Nurochim (54), warga Comal, Pemalang, yang mengalami luka di kepala dan memar di dada; serta Nur Sidik (61), juga warga Ulujami, Pemalang, dengan luka parah di bagian kepala.
Menurut keterangan polisi, insiden bermula saat mobil Pajero melaju di jalur kanan arah barat (menuju Pemalang). Saat melintas di lokasi kejadian, mobil mendadak oleng ke kiri dan menabrak bagian belakang sebuah truk yang melaju di depannya.
Setelah tabrakan pertama, Pajero berhenti di jalur kiri. Namun beberapa saat kemudian, sebuah truk boks bernomor polisi B 9040 UXZ yang dikemudikan Muhamad Ibad (22), warga Gresik, datang dari arah belakang dan menabrak bagian belakang Pajero. Tabrakan kedua ini membuat bodi mobil Pajero rusak parah, baik di bagian depan maupun belakang.
AKP Ahmad Zainurozaq mengatakan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kecelakaan kemungkinan besar disebabkan oleh pengemudi Pajero yang mengantuk dan kehilangan konsentrasi saat berkendara.
BACA JUGA:
“Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan melacak keberadaan truk pertama yang ditabrak Pajero, karena diketahui melarikan diri dari lokasi kejadian,” ujarnya.
Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi untuk selalu menjaga kondisi fisik dan memastikan cukup istirahat sebelum berkendara, terlebih saat melintasi jalur tol yang panjang dan monoton.