JAKARTA - Pihak berwenang mengevakuasi jenazah sembilan penumpang penuh luka tembak dari pegunungan Pakistan, yang diculik orang-orang bersenjata dalam serangan bus di provinsi Balochistan, Pakistan.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab, tetapi separatis Baloch, yang menuntut pembagian sumber daya yang lebih besar, terlibat dalam pembunuhan serupa di masa lalu terhadap mereka yang diidentifikasi berasal dari provinsi Punjab di Pakistan timur.
Pejabat pemerintah Naveed Alam mengatakan jenazah dengan luka tembak ditemukan di pegunungan semalam, sementara juru bicara pemerintah provinsi, Shahid Rind, mengatakan para penumpang dievakuasi dari dua bus pada Kamis malam.
"Kami sedang mengidentifikasi jenazah dan menghubungi keluarga mereka," ujarnya dilansir Reuters, Jumat, 11 Juli.
Para korban yang bekerja sebagai buruh di wilayah yang bergejolak itu, sedang dalam perjalanan pulang ke Punjab.
Para pemberontak etnis menuduh pemerintah Pakistan mencuri sumber daya regional untuk mendanai pengeluaran di tempat lain, terutama di provinsi Punjab yang luas.
Pasukan keamanan menggagalkan tiga serangan pemberontak pada Kamis sebelum penculikan, kata Rind, menuduh negara tetangga sekaligus musuh bebuyutannya, India, mendukung para militan.
New Delhi membantah tuduhan Islamabad mereka mendanai, melatih, dan mendukung militan dalam upaya memicu ketidakstabilan di kawasan tersebut, di mana Pakistan mengandalkan China di antara investor internasional untuk mengembangkan tambang dan pengolahan mineral.
"India kini semakin gencar untuk melanjutkan agenda jahatnya melalui proksi-proksinya," kata militer Pakistan menyusul pertempuran terburuk dalam hampir tiga dekade antara kedua musuh bebuyutan yang bersenjata nuklir tersebut pada bulan Mei.
Tentara Pembebasan Baloch (BLA) adalah yang terkuat di antara kelompok-kelompok pemberontak yang telah lama beroperasi di wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran, sebuah wilayah yang kaya akan mineral.
BACA JUGA:
Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok separatis telah meningkatkan serangan mereka, sebagian besar menargetkan militer Pakistan, yang telah melancarkan serangan berbasis intelijen terhadap mereka.
Sasaran utama mereka lainnya adalah warga negara dan kepentingan China, khususnya pelabuhan strategis Gwadar di Laut Arab. Para separatis menuduh Beijing membantu Islamabad mengeksploitasi sumber daya alam.
BLA meledakkan rel kereta api dan menyandera lebih dari 400 penumpang kereta api dalam serangan pada Maret lalu yang menewaskan 31 orang.