JAKARTA - Kepala intelijen Prancis mengatakan pada Hari Selasa, semua aspek program nuklir Iran mengalami kemunduran beberapa bulan setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel, tetapi masih terdapat ketidakpastian mengenai keberadaan stok uranium yang diperkaya tinggi.
"Program nuklir Iran adalah materialnya, uranium yang diperkaya tinggi, kapasitas untuk mengubah uranium ini dari fase gas menjadi fase padat. Inti uraniumnya diproduksi dan inti uraniumnya dikirim," ujar Kepala DGSE Prancis Nicolas Lerner kepada televisi LCI, melansir Reuters 9 Juli.
"Penilaian kami hari ini adalah, setiap tahap ini telah terdampak sangat serius, rusak sangat parah, dan program nuklir, seperti yang kita ketahui, telah mengalami kemunduran sangat lama, mungkin berbulan-bulan," tambahnya.
Lerner, yang untuk pertama kalinya berbicara di televisi nasional, mengatakan sebagian kecil dari stok uranium yang diperkaya tinggi Iran telah dihancurkan, tetapi sisanya masih berada di tangan pihak berwenang.
"Hari ini kami memiliki indikasi (di mana lokasinya), tetapi kami tidak dapat memastikannya dengan pasti selama IAEA belum memulai kembali pekerjaannya. Ini sangat penting. Kami tidak akan memiliki kapasitas untuk melacaknya (stok)," ungkap Lerner.
Penilaian intelijen lainnya juga menunjukkan Iran menyimpan cadangan uranium yang diperkaya secara tersembunyi dan memiliki kapasitas teknis untuk membangun kembali.
BACA JUGA:
Lerner menggemakan komentar tersebut dengan mengatakan, ada kemungkinan Iran dapat melanjutkan program rahasia dengan kapasitas pengayaan yang lebih kecil.
"Itulah mengapa Prancis sangat ingin menemukan solusi diplomatik untuk krisis nuklir ini," tandasnya.