Bagikan:

JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di pesisir Suriah telah memasuki hari keempat pada Minggu 6 Juli waktu setempat. Tim PBB dikerahkan untuk membantu penanggulangan.

Koordinator Residen dan Kemanusiaan PBB di Suriah, Adam Abdelmoula mengatakan, ratusan keluarga mengungsi akibat kobaran api karhutla yang menyebar cepat mendekati permukiman warga di provinsi barat laut Latakia

"Memaksa ratusan keluarga mengungsi dari rumah mereka, sementara lahan pertanian yang luas dan infrastruktur vital telah hancur," kata Adalam dalam pernyataannya, Senin 7 Juli, dikutip dari AP.

Adam melanjutkan, tim PBB juga melakukan observasi untuk menilai skala bencana dan mengidentifikasi apa saja kebutuhan mendesak yang diperlukan warga Suriah.

Kantor berita SANA yang dikelola Pemerintah Suriah melaporkan, tim SAR termasuk anggota PBB terus berusaha mencegah kobaran api mencapai cagar alam Al-Frunloq, tempat hutan lebat dengan pohon menjulang yang berdetakan.

Tim PBB itu termasuk pemadam kebakaran dari Turki dan Yordania. Mereka telah bergabung dengan tim pertahanan sipil Suriah, memberikan dukungan mengatasi bencana dari udara dengan helikopter.

Menteri Darurat dan Penanggulangan Bencana Suriah Raed Al-Saleh mengatakan, karhutla telah melalap ratusan ribu pohon di area seluas sekitar 10.000 hektare (38,6 mil persegi).

"Kami menyesal dan berduka atas setiap pohon yang terbakar, yang merupakan sumber udara segar bagi kami," kata Al-Saleh dalam akun X-nya.