JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyebut alasan dibatalkannya penyelenggaraan Car Free Night (CFN), hari ini, dikarenakan tak ingin mengganggung bisnis perhotelan.
Menurutnya, jika CFN tetap digelar Sabtu, 4 Juli, salah satu mekanisme yang dilakukan yakni penutupan jalan. Hal tersebut akan mengganggu mobilitas kendaraan.
"Yang prinsip adalah saya tidak mau Car Free Day yang malam itu mengganggu hotel-hotel yang kemudian menerima tamu untuk pernikahan yang biasanya baru selesai jam 10 malam," ujar Pramono kepada wartawan, Sabtu, 5 Juli.
Selain itu, CFN juga akan berbarengan dengan kegiatan Jakarta Muharram Festival 2025 yang akan dimeriahkan dengan pelaksanaan pawai obor.
Karenanya, Pramono telah berkoordinasi dengan pihak panitia untuk tidak melakukan penutupan jalan. Sehingga, mobilitas kendaraan di sekitaran lokasi tak akan banyak terganggu.
"Terus terang saya yang kemudian meminta kepada Panitia untuk tidak menutup jalan, sebab kalau menutup jalan itu, apalagi Jalan Thamrin, Jalan Gatot Subroto ini kan pasti akan sangat mengganggu dan itu dari sore hari," ungkapnya.
BACA JUGA:
Terlebih, pada Minggu 6 Juli, juga akan digelar kegiatan besar lainnya yakni pencak silat dalam rangka memecahkan rekor Indonesia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Sehingga, bila ruas jalan ditutup selama akhir pekan, hal itu sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
"Kalau kemudian ditutup dari hari Jumat malam, Sabtu malam, Minggu, itu kan heboh banget makanya saya bilang, udah nggak apa-apa untuk Car Free Day-nya kita kaji secara mendalam," kata Pramono.