Bagikan:

JAKARTA - Seorang staf militer Angkatan Laut (AL) India bernama Vishal Yadav yang membocorkan informasi sensitif kepada Pakistan di kasus spionase dilaporkan kecanduan gim daring dan terlilit utang piutang.

Perwira Polisi Kepolisian Rajasthan, Vishnukant Gupta mengatakan, Yadav dibayar dengan mata uang kripto yang dicairkannya sendiri dalam bantuk uang fisik.

"Dia menerima uang melalui akun perdagangan mata uang kripto dan juga langsung ke rekening banknya," kata Gupta berdasarkan laporan NDTV dikutip dari Hindustantimes, Minggu 26 Juni.

Yadav ditangkap dalam operasi pengintaian selama berbulan-bulan yang dilakukan tim intelijen Kepolisian Rajasthan India.

Terduga pelaku disebut terus-menerus berkomunikasi di media sosial dengan seorang wanita bernama Priya Sharma, yang diyakini anggota badan intelijen Pakistan (ISI).

Gupta bilang, agen ISI itu membayar Yadav sebagai imbalan atas informasi sensitif India.

Saat ini Yadav ditahan di Pusat Interogasi di Jaipur. Tim intelijen India sedang menyelidiki sejauh mana pelanggaran tersebut dan kemungkinan keterlibatan orang lain dalam tindakan mata-mata ini.

Sebelumnya, YouTuber asal negara bagian Haryana India bernama Jyoti Malhotra ditahan atas tuduhan spionase. Kepolisian ​​mengklaim Malhotra berhubungan dengan seorang perwira Pakistan selama Operasi Sindoor.

Upaya penindakan dan pengawasan terhadap kegiatan spionase di India ditingkatkan setelah kejadian di Pahalgam berujung perang dengan Pakistan dari 7 hingga 10 Mei 2025.