Bagikan:

JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2025 pada Minggu, 29 Juni 2025. Rakerda ini menjadi penanda awal konsolidasi besar-besaran dan revitalisasi internal partai jelang kontestasi politik Pemilu 2029.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron berharap Rakerda kali ini melahirkan program kerja konkret yang dapat mengembalikan kejayaan Partai Demokrat seperti era 2009.

"Kita ingin menyelaraskan revitalisasi organisasi DPP dengan DPD, termasuk pembentukan badan saksi dan badan logistik sebagai bagian dari penguatan struktur," ujar Herman saat membuka Rakerda Partai Demokrat Jakarta 2025, Minggu, 29 Juni.

Herman juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh struktur partai dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang. Ia mendorong kegiatan yang bersifat merakyat dilakukan serentak di seluruh wilayah, baik oleh DPD maupun DPC.

"Silakan lakukan kegiatan yang sederhana namun menyentuh rakyat, seperti lomba makan kerupuk, balap karung, atau kegiatan tradisional lainnya. DPP akan menyiapkan format laporannya, tapi kegiatan disesuaikan dengan karakter daerah masing-masing," katanya.

Kegiatan peringatan HUT RI tersebut juga akan menjadi bagian dari rangkaian menuju HUT Partai Demokrat ke-24 pada tahun ini, sekaligus menyambut seperempat abad usia partai pada 2026.

"Perlu kita siapkan dari sekarang. Juli nanti akan ada retret nasional di Pacitan pada 4 hingga 6 Juli, dan peserta sudah harus berangkat tanggal 3 karena ada pre-test 100 soal. Siapkan fisik, mental, dan spiritual. Ini bagian dari konsolidasi dan penguatan internal partai," jelas Herman.

Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, membuka Rakerda dengan pidato strategis yang menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh. Menurutnya, Rakerda bukan sekadar agenda koordinasi tahunan, melainkan momen refleksi kolektif atas arah perjuangan partai.

"Kita tidak akan pernah menang dalam Pemilu 2029 jika tidak merapikan rumah kita sendiri. Revitalisasi organisasi dan peneguhan arah juang adalah kunci,” kata Mujiyono.

Forum ini mengangkat tema “Revitalisasi Organisasi dan Peneguhan Arah Juang Demokrat Jakarta”, dan menyepakati tiga fokus utama pembenahan, yakni konsolidasi struktur dari tingkat DPD hingga ranting, penegakan disiplin organisasi dan loyalitas komando, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan dan program pengembangan berkelanjutan.

Mujiyono menekankan bahwa Demokrat Jakarta juga akan diarahkan sebagai center of excellence dalam kaderisasi. Mulai tahun ini, pendidikan politik, komunikasi publik, hingga literasi kampanye digital ditetapkan sebagai agenda tetap di semua tingkatan organisasi.

Sejumlah target konkret pun dirumuskan dalam forum ini, antara lain evaluasi badan partai 2022–2025, penyusunan program kerja 2025–2027, serta pengesahan struktur kepengurusan DPD yang baru.

“Kita bukan partai yang lahir dari kekuasaan, tetapi dari idealisme. Maka jangan pernah kehilangan semangat juang,” tutup Mujiyono.