Bagikan:

JAKARTA - Kebakaran dilaporkan terjadi di Beer Sheva, Israel, usai militer mencegat rudal Iran. Layanan darurat di Israel langsung bergerak ke lokasi kejadian pada Jumat, 20 Juni pagi waktu setempat.

Kebakaran terlihat membakar jalan di kota selatan, dekat dengan taman teknologi yang menaungi kantor Microsoft, menurut video yang dirilis oleh Badan Layanan Darurat Israel Magen David Adom.

Polisi Israel menerima laporan tentang jatuhnya amunisi di Distrik Selatan negara itu di area terbuka. Dilaporkan kerusakan banguna tetapi tidak ada laporan korban jiwa.

Pada Kamis, 19 Juni kemarin, rumah sakit besar di Beer Sheva, Pusat Medis Soroka, rusak akibat serangan Iran.

Beer Sheva berada di gurun Negev merupakan tempat pangkalan udara Nevatim Israel.

Sebelumnya Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan pihaknya menargetkan pusat intelijen dan komando Israel di dekat rumah sakit. Dalam serangan terbaru, RS Soroka, Be'er-Sheva, Israel mengalami kerusakan akibat hantaman proyektil rudal.

"Dalam operasi ini, pusat komando dan intelijen tentara rezim (Israel) menjadi sasaran dengan presisi tinggi dan dalam serangan tepat sasaran di dekat rumah sakit," kata IRGC dikutip kantor berita IRNA sebagaimana dilansir CNN, Kamis, 19 Juni.

Pernyataan tersebut tidak menyebutkan nama pusat komando yang diduga menjadi sasarannya, maupun rumah sakit atau lokasinya.

Israel sebelumnya mengatakan Pusat Medis Soroka di kota selatan Beer Sheva menjadi sasaran langsung pada Kamis pagi.

IRGC mengatakan serangannya menggunakan kombinasi pesawat nirawak bunuh diri dan rudal strategis.

“Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa seluruh langit wilayah pendudukan tidak memiliki pertahanan dan tidak akan ada tempat yang aman,” kata IRGC, merujuk pada Israel.

 

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan militer Israel untuk meningkatkan serangan terhadap target-target strategis di Iran.

Perintah ini merespons serangan Iran dengan gelombang rudal balistik terbarunya ke sejumlah kota di Israel pada Kamis.

"Diktator pengecut Iran itu bersembunyi jauh di dalam bunkernya yang dibentengi dan melancarkan serangan yang disengaja ke sejumlah rumah sakit dan bangunan tempat tinggal di Israel," kata Katz dalam pernyataan yang dibagikan oleh Kementerian Pertahanan, merujuk pada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilansir CNN, Kamis, 19 Juni.

"Ini adalah bentuk kejahatan perang yang paling serius – dan Khamenei akan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatannya,” sambung Katz.

"Perdana Menteri dan saya telah menginstruksikan IDF untuk meningkatkan serangan terhadap target-target strategis di Iran dan terhadap lokasi-lokasi pemerintah di Teheran, untuk menghilangkan ancaman yang dihadapi Negara Israel dan mengacaukan rezim Ayatollah," papar dia.