JAKARTA - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Solikhah megungkap adanya keluhan dari masyarakat terkait kualitas pemberian makanan tambahan (PMT) di pos pelayanan terpadu (posyandu) yang tak layak, bahkan basi.
“Ada di daerah Pegadungan. Belum keracunan, tapi yang dikasih makanan untuk Posyandu karena ambil pihak ketiga banyak yang sudah basi,” kata Solikhah kepada wartawan, Kamis, 19 Juni.
Solikhah pun meminta Pemprov DKI tak perlu lagi melibatkan pihak ketiga dalam menyediakan makanan untuk anak dan ibu hamil pada kegiatan posyandu.
Solikhah khawatir, bahan baku yang dipakai untuk PMT sudah tidak segar. Padahal, makanan itu akan diberikan kepada balita usia enam sampai 59 bulan yang terindikasi kurang gizi atau berisiko mengalami masalah gizi.
“Mungkin karena mereka belinya dua minggu atau satu bulan atau mungkin satu tahun yang lalu bahan bakunya. Nah ini harus diperhatikan, perlu di cross check ya,” ungkap Solikhah.
BACA JUGA:
Di satu sisi, Solikhah meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta bicara dengan legislatif apabila memerlukan anggaran untuk mengelola PMT secara mandiri, agar makanan yang diterima anak-anak Jakarta berkualitas baik.
Mengingat, posyandu merupakan program pemerintah dalam menjaga kesehatan gizi dasar bayi, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
"Itu harus ditingkatkan, harus ditambah anggarannya. Apalagi kita mau menuju global city, itu harus dimulai dari yang terkecil, karena kesehatan anak-anak generasi kita dimulai dari Posyandu," jelasnya.