MAKASSAR - Komplotan geng motor menyerang warga di Jalan Tamangapa Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Warga korban penyerangan berhamburan menyelamatkan diri dimanfaatkan pelaku membawa kabur barang berharga seperti hand phone, tas, bahkan helm.
Dalam rekaman kamera CCTV, tampak aksi komplotan geng motor menyerang sekumpulan warga yang nongkrong di depan emperan ruko. Warga seketika dibuat panik dan berhamburan untuk menyelamatkan diri. Beberapa dari mereka ada yang melompat pagar dan ada yang berlari ke perumahan yang tak jauh dari lokasi.
Berdasarkan keterangan rekan korban, Aqil mengatakan awalnya mereka nongkrong, tetapi tiba-tiba didatangi belasan anggota geng motor yang langsung menyerang menggunakan anak panah busur dan senjata tajam jenis samurai.
Komplotan geng motor menyerang warga di Jalan Tamangapa Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Warga korban penyerangan berhamburan menyelamatkan diri dimanfaatkan pelaku membawa kabur barang berharga seperti hand phone, tas, bahkan helm.
Dalam rekaman kamera CCTV, tampak aksi komplotan geng motor menyerang sekumpulan warga yang nongkrong di depan emperan ruko. Warga seketika dibuat panik dan berhamburan untuk menyelamatkan diri. Beberapa dari mereka ada yang melompat pagar dan ada yang berlari ke perumahan yang tak jauh dari lokasi.
Berdasarkan keterangan rekan korban, Aqil mengatakan awalnya mereka nongkrong, tetapi tiba-tiba didatangi belasan anggota geng motor yang langsung menyerang menggunakan anak panah busur dan senjata tajam jenis samurai.
Sementara pihak kepolisian Unit Reskrim Polsek Manggala telah menerima laporan korban dan sempat mendatangi lokasi penyerangan, tetapi tak menemukan satu orang pun pelaku yang sudah kabur.
"Anggota dapat informasi dari warga, sudah dilakukan pengejaran di lokasi tapi para pelaku cepat melarikan diri," sebut Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To'longan.
BACA JUGA:
Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan lewat rekaman CCTV guna mengungkap identitas para pelaku untuk mencari tahu motif penyerangan.
"Pelaku sekitar lebih 15 orang. CCTV yang terpantau di lokasi agak gelap sehingga tidak teridentifikasi identitas kendaraannya, tetapi personel sudah melakukan penyelidikan," tandasnya.