Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan lahan seluas 80 hektare di Kabupaten Subang, Jawa Barat, untuk difungsikan sebagai pusat pengembangan bibit sapi unggul dan layanan inseminasi buatan dalam mendukung peningkatan produksi ternak dalam negeri.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda mengatakan, inisiatif ini bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk membuka ruang investasi sekaligus mempercepat ketersediaan protein hewani masyarakat, khususnya dalam rangka mendukung program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini dia sampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) bersama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu, 21 Mei.

"Lahan seperti ini sangat penting untuk menarik investor yang ingin berkontribusi pada penguatan industri sapi perah. Ini bukan sekadar pengembangan aset, tapi langkah nyata memperkuat sistem pangan nasional," ujarnya.

Pengembangan lahan di Subang ditargetkan menjadi model kawasan peternakan modern berbasis teknologi reproduksi yang tak hanya memperkuat populasi bibit unggul nasional, tetapi juga menjadi fasilitas strategis dalam memperluas kemitraan antara pemerintah, swasta, dan asosiasi peternak lokal.

"Dengan kolaborasi ini, kita ingin memastikan setiap langkah pembangunan peternakan tidak hanya efisien, tapi juga berkelanjutan," lanjut Agung.

Dukungan terhadap rencana ini juga melibatkan TNI Angkatan Darat. Paban VII/Kermater Sterad TNI AD, M. Jamaluddin Malik menyampaikan kesiapan institusinya untuk bersinergi dalam pembangunan sektor peternakan.

"Kami siap mendukung penuh langkah Kementan, khususnya yang berdampak langsung pada ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Langkah ini juga mendapat pengawalan dari Inspektorat Jenderal Kementan memastikan tata kelola yang akuntabel dalam setiap tahap pengembangan agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat.