Bagikan:

JAKARTA - Israel mengizinkan 100 truk bantuan yang membawa tepung, makanan bayi dan peralatan medis memasuki Jalur Gaza pada Hari Rabu, kata militer Israel, saat pejabat PBB melaporkan masalah distribusi menyebabkan tidak ada bantuan yang sampai ke orang-orang yang membutuhkan.

Setelah blokade selama 11 minggu terhadap pasokan yang masuk ke Gaza, militer Israel mengatakan total 98 truk bantuan masuk pada Hari Senin dan Selasa. Namun pasokan yang sangat sedikit itu belum sampai ke dapur umum, toko roti, pasar dan rumah sakit di Gaza, menurut pejabat bantuan dan toko roti lokal yang siap menerima pasokan tepung.

"Tak satu pun dari bantuan ini - jumlah truk yang sangat terbatas - telah sampai ke penduduk Gaza," jelas Country Director Program Pangan Dunia (WFP) Antoine Renard, melansir Reuters 22 Mei.

Blokade tersebut telah membuat warga Gaza berjuang mati-matian untuk bertahan hidup, meskipun tekanan internasional dan domestik terhadap pemerintah Israel terus meningkat, yang menurut salah satu tokoh oposisi berisiko mengubah negara itu menjadi "negara paria".

Ribuan ton makanan dan pasokan penting lainnya menunggu di dekat titik-titik penyeberangan ke Gaza, tetapi hingga dapat didistribusikan dengan aman, sekitar seperempat penduduk masih berisiko kelaparan, kata Renard.

"Saya di sini sejak pukul delapan pagi, hanya untuk mendapatkan satu piring untuk enam orang, sementara itu tidak cukup untuk satu orang," kata Mahmoud al-Haw, yang mengatakan sering menunggu hingga enam jam sehari dengan harapan mendapatkan sup untuk menjaga anak-anaknya tetap hidup.

Pejabat PBB mengatakan, masalah keamanan telah mencegah bantuan bergerak keluar dari pusat logistik di titik penyeberangan Kerem Shalom, tetapi pada Rabu malam muncul harapan bahwa pasokan akan bergerak lebih bebas.

Nahid Shahaiber, pemilik perusahaan transportasi besar, mengatakan 75 truk tepung dan lebih dari selusin truk lain yang membawa suplemen gizi dan gula berada di wilayah selatan Rafah, sementara para saksi mengatakan truk-truk yang membawa tepung terlihat di Deir Al-Balah di Jalur Gaza bagian tengah.

Israel memberlakukan blokade pada semua pasokan yang memasuki Gaza pada bulan Maret, dengan mengatakan Hamas menyita pasokan yang ditujukan untuk warga sipil, tuduhan yang dibantah kelompok itu.

Di bawah tekanan internasional yang meningkat, Israel telah mengizinkan pengiriman bantuan oleh PBB dan kelompok-kelompok bantuan lainnya untuk dilanjutkan sementara waktu, hingga model distribusi baru yang didukung AS menggunakan kontraktor swasta yang beroperasi melalui apa yang disebut hub aman mulai berjalan pada akhir bulan.

Namun, PBB mengatakan rencana itu tidak memihak atau netral, dan tidak akan terlibat.