Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Hari Rabu menepis spekulasi keretakan hubungannya dengan Pemerintah Amerika Serikat, menyusul kunjungan Presiden Donald Trump ke Kawasan Teluk yang tidak menyertakan Israel.

Presiden Trump melakukan kunjungan ke Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA), menghasilkan serangkaian kesepakatan bisnis besar tetapi memicu komentar media yang luas yang menunjukkan, Israel, sekutu terdekat Washington di kawasan itu, tidak diikutsertakan.

Kunjungan tersebut menyusul keputusan Presiden Trump untuk mengakhiri kampanye pemboman AS terhadap Houthi di Yaman, ketika kelompok yang didukung Iran itu terus menembakkan rudal ke Israel, serta mengupayakan perundingan nuklir dengan Iran.

PM Netanyahu, yang sebelumnya tidak memberikan komentar publik tentang masalah tersebut, mengatakan kepada wartawan dalam konferensi pers, ia telah berbicara dengan Presiden Trump sekitar 10 hari yang lalu dan presiden telah mengatakan kepadanya: "'Bibi, saya ingin Anda tahu, saya memiliki komitmen penuh kepada Anda dan saya memiliki komitmen penuh kepada negara Israel,'" dikutip dari Reuters 22 Mei.

Di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel, Presiden Trump mendesak diakhirinya perang di Gaza dengan cepat, berbicara tentang penderitaan warga sipil di daerah kantong yang terkepung itu, tempat blokade bantuan Israel selama 11 minggu telah menciptakan krisis kemanusiaan yang mendalam.

Dalam percakapan terpisah beberapa hari yang lalu, PM Netanyahu mengatakan Wakil Presiden AS JD Vance telah mengatakan kepadanya: "'Jangan pedulikan semua berita palsu ini tentang keretakan hubungan kita'".