Bagikan:

JAKARTA - Selama pelaksanaan Operasi Pekat Nala 2025 yang berlangsung dari 1 hingga 10 Mei, Kepolisian Daerah Bengkulu berhasil mengamankan 95 tersangka dari berbagai kasus penyakit masyarakat dan aksi premanisme yang tersebar di seluruh wilayah provinsi.

Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Andy Pramudya Wardana menjelaskan, dari total tersangka yang diamankan, 39 di antaranya merupakan target operasi, sementara 56 sisanya terjaring dalam kegiatan non-target.

"Operasi ini menyasar berbagai bentuk gangguan ketertiban masyarakat yang meresahkan warga, dan dilaksanakan serentak oleh Polda dan seluruh Polres jajaran," ujar Andy di Kota Bengkulu, Minggu (11/5).

Operasi tersebut mencakup wilayah luas, mulai dari Kota Bengkulu hingga ke sejumlah kabupaten seperti Bengkulu Utara, Mukomuko, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan, hingga Kabupaten Kaur.

Selama 10 hari pelaksanaan, tercatat sebanyak 877 kegiatan operasi telah dilakukan. Menurut Andy, operasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Kami ingin memastikan ruang publik tetap aman. Tidak akan ada toleransi bagi pihak-pihak yang mencoba mengganggu ketertiban umum," tegasnya.

Adapun jenis pelanggaran yang ditindak dalam operasi ini meliputi praktik perjudian, peredaran miras ilegal, narkotika, prostitusi terselubung, hingga aksi premanisme di jalanan.

Operasi Pekat Nala menjadi salah satu strategi preventif dan represif Polda Bengkulu dalam menjaga stabilitas sosial menjelang berbagai agenda penting nasional dan lokal.