JAKARTA - Iran menyambut baik berakhirnya serangan AS terhadap Yaman usai bersepakat dengan Houthi.
Hal ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu, 7 Mei, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan Washington akan menghentikan pengeboman milisi Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran.
Trump mengatakan Houthi Yaman telah sepakat untuk berhenti mengganggu jalur pelayaran penting di Timur Tengah.
Berdasarkan perjanjian tersebut, baik AS maupun Houthi tidak akan menyerang satu sama lain, termasuk kapal-kapal AS di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab, kata mediator Oman.
Sementara Houthi menegaskan kesepakatan gencatan senjata antara kelompoknya dengan Amerika Serikat (AS) tidak berlaku untuk Israel.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Selasa, AS akan berhenti membom Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman, dengan mengatakan kelompok itu telah setuju untuk berhenti menyerang kapal-kapal AS.
Setelah Trump membuat pengumuman tersebut, Oman mengatakan telah memediasi kesepakatan gencatan senjata untuk menghentikan serangan terhadap kapal-kapal AS.
Tidak ada laporan serangan Houthi terhadap pengiriman di wilayah Laut Merah sejak Januari.
"Perjanjian tersebut tidak melibatkan Israel dalam bentuk atau cara apa pun," Mohammed Abdulsalam, kepala negosiator Houthi kepada Reuters dilansir Rabu, 7 Mei.
"Selama mereka mengumumkan penghentian (serangan AS) dan mereka benar-benar berkomitmen untuk itu, posisi kami adalah membela diri sehingga kami akan berhenti,” imbuhnya.
Meskipun ketegangan mungkin telah mereda antara Amerika Serikat dan Houthi, kekuatan tangguh yang bertahan selama bertahun-tahun dari pemboman besar-besaran yang dipimpin Saudi dalam perang saudara Yaman, perjanjian tersebut tidak mengesampingkan serangan terhadap kapal atau target lain yang terkait dengan Israel
BACA JUGA:
AS mengintensifkan serangan terhadap Houthi tahun ini, untuk menghentikan serangan terhadap pengiriman barang di Laut Merah. Aktivis hak asasi manusia telah menyuarakan kekhawatiran atas jatuhnya korban sipil.
"Mereka berkata 'tolong jangan bom kami lagi dan kami tidak akan menyerang kapal-kapal kalian'," kata Trump tentang Houthi selama pertemuan di Ruang Oval dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
"Dan saya akan menerima kata-kata mereka, dan kami akan menghentikan pemboman terhadap Houthi mulai sekarang,” ujarnya.