JAKARTA - Kepolisian melakukan penggeledahan pesawat dari Chennai, India yang baru tiba di bandara kawasan Kolombo, Sri Lanka, Sabtu 3 Mei waktu setempat.
Mengutip Hindustan Times, Minggu 4 Mei WIB, penggeledahan ini dilakukan Kepolisian Sri Lanka setelah mendapat informasi adanya terduga tersangka teror menewaskan 26 orang di India terdapat dalam pesawat itu.
Namun, tak berapa lama, pesawat tersebut diizinkan untuk operasi lebih lanjut.
Kelompok militan bersenjata melakukan teror membunuh 26 orang di wilayah Jammu dan Kashmir yang dikuasai India pada 22 April.
Menurut intelijen India, serangan itu dilakukan Lashkar-e-Taiba atas keterlibatan Intelijen Antar-Layanan Pakistan (ISI)
Namun, kelompok militan Resistance Front telah mengaku bertanggung jawab atas serangan di wilayah yang disengketakan India dan Pakistan tersebut.
India yang berang tetap menyalahkan Pakistan kemudian meresponsnya dengan menutup perbatasan darat kedua negara, menangguhkan perjanjian tentang alokasi sumber daya air atau Air Indus, memberhentikan penerbitan visa bagi warga negara Pakistan, dan menutup area udara untuk penerbangan komersial dari Pakistan atas balasan tindakan yang sama.