Bagikan:

TANGERANG – Ahmadi Saputra (39), ayah dari MA (4), bocah yang ditemukan tewas terbakar, menduga kuat bahwa anaknya lebih dahulu mengalami penganiayaan sebelum akhirnya dibakar oleh pelaku berinisial HB. Dugaan itu didasarkan pada kondisi korban saat ditemukan di kontrakan kawasan Kampung Kresek, Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

“Saya yakin, anak saya dianiaya dulu, baru kemudian dibakar untuk menghilangkan jejak,” kata Ahmadi saat ditemui, Selasa, 29 April 2025.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat peristiwa berlangsung, tidak ada satu pun warga yang mendengar teriakan atau tangisan korban, yang semestinya terdengar jika seseorang dibakar hidup-hidup.

“Kalau orang dibakar hidup-hidup, pasti teriak dan ribut. Ini tidak ada suara sama sekali,” tambahnya.

Menurut Ahmadi, posisi jasad MA yang ditemukan terlentang semakin memperkuat dugaan bahwa anaknya sudah tidak bernyawa saat dibakar.

"Kalau dibakar dalam kondisi hidup, tidak mungkin posisi mayatnya terlentang seperti itu," tuturnya.

Polisi Buru Pelaku

Polisi kini tengah memburu HB (38), pacar dari ibu korban, yang diduga menjadi pelaku pembakaran MA. HB diketahui bekerja sebagai karyawan swasta (security) di Bandara Soekarno-Hatta.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho, mengatakan bahwa identitas pelaku sudah dikantongi, namun hingga kini HB masih dalam pelarian.

"Identitas pelaku sudah kami kantongi. Saat ini masih terus dilakukan pencarian," kata Zain dalam keterangannya, Senin, 28 April.

Zain meminta masyarakat bersabar dan mendukung upaya polisi untuk segera menangkap pelaku. Ia menegaskan bahwa kasus ini akan diselesaikan secara tuntas.

“Mohon doanya agar pelaku segera kami amankan dan dapat dimintai keterangan," pungkasnya.