TANGERANG – Polisi mengungkap fakta baru terkait kematian tragis bocah berusia 4 tahun yang ditemukan tewas terbakar di kontrakan kawasan Kampung Kresek, Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Berdasarkan hasil autopsi, korban terlebih dahulu mengalami kekerasan fisik sebelum akhirnya dibakar.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho, menyatakan bahwa korban mengalami luka akibat hantaman benda tumpul yang mengakibatkan kematian.
“Sebab kematian korban dari hasil autopsi adalah akibat kekerasan benda tumpul pada bagian leher yang mengakibatkan tersumbatnya saluran pernapasan,” ujar Zain dalam keterangan tertulis, Selasa (29/4).
Selain luka akibat kekerasan, korban juga mengalami luka bakar yang cukup serius di beberapa bagian tubuh.
“Terdapat luka bakar pada kepala, wajah, leher, dan lengan korban,” lanjutnya.
Meski begitu, pihak kepolisian belum merinci lebih lanjut temuan tersebut karena penyelidikan masih berlangsung. Zain memastikan pihaknya bersama tim Jatanras Polda Metro Jaya sedang memburu pelaku, HB, yang diketahui sebagai pacar ibu korban.
BACA JUGA:
“Kami masih mencari keberadaan HB, penghuni kontrakan dan berprofesi sebagai petugas keamanan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Ia juga merupakan teman dekat ibu kandung korban,” jelas Zain.
Ayah Korban Yakin Anaknya Dibunuh Lalu Dibakar
Ahmadi Saputra (39), ayah korban, meyakini anaknya lebih dulu dianiaya hingga tewas sebelum dibakar untuk menghilangkan jejak kejahatan.
“Saya yakin, yang jelas anak saya dianiaya dulu, baru dibakar supaya jejaknya hilang,” kata Ahmadi, Selasa (29/4).
Ia juga mengungkap kejanggalan saat kejadian, yaitu tidak adanya suara tangisan saat tubuh korban dibakar.
“Kalau orang dibakar dalam keadaan hidup pasti akan teriak dan berisik, tapi ini tidak ada yang mendengar apa-apa,” ujarnya.
Ahmadi pun berharap pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum seberat-beratnya.