JAKARTA — Polisi terus mendalami dugaan penggelapan dana operasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai hampir Rp1 miliar yang diduga melibatkan Yayasan Media Berkat Nusantara (MBN) di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, sudah tiga orang saksi yang diperiksa.
"Ada kurang lebih tiga orang yang sudah kita mintai keterangan," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin, 28 April.
Murodih menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat juga akan memanggil perwakilan sekolah penerima manfaat program MBG untuk dimintai keterangan terkait dugaan penggelapan dana tersebut.
“Ke depan, pihak sekolah yang menerima makan akan kami panggil. Jadwal sudah kami susun, pemanggilan akan dilakukan bertahap karena tidak bisa berbarengan,” ujarnya.
Selain itu, polisi juga berencana memanggil pihak terlapor dari Yayasan MBN untuk dimintai klarifikasi terkait laporan penggelapan dana operasi MBG tersebut.
BACA JUGA:
“Kemungkinan dalam minggu ini akan kami panggil,” tambah Murodih.
Sebelumnya, Ira Mesra, selaku mitra dapur MBG di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, melaporkan Yayasan MBN ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penggelapan dana sebesar Rp975.375.000.
Kuasa hukum Ira, Danna Harly, menjelaskan bahwa kliennya telah bekerja sama dengan Yayasan MBN dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejak Februari 2025. Selama kerja sama tersebut, Ira telah memasak 65.025 porsi makanan dalam dua tahap, namun hingga kini belum menerima pembayaran dari pihak yayasan.
"Kami tidak bisa lagi menyediakan modal karena dua tahap, sebanyak 60.000 porsi, belum dibayar sepeser pun. Belum lagi biaya operasional dapur MBG yang selama ini ditanggung sendiri oleh Ira," ujar Danna, Selasa, 15 April.
Caption: Ilustrasi MBG di Sekolah Tangerang/ist.