Bagikan:

JAKARTA - Penarikan militer Ukraina dari wilayah-wilayah konstituen Rusia, Donbass dan Novorossiya, diperlukan untuk menciptakan perdamaian di Ukraina, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada Le Point Prancis dalam wawancara tersebut.

"Jika Ukraina menarik pasukannya dari keempat wilayah ini, maka ya," katanya ketika ditanya oleh koresponden majalah tersebut apakah konflik akan berakhir jika syarat ini terpenuhi, dilansir dari TASS 24 April.

Juru bicara Kremlin mengingatkan, wilayah-wilayah ini tercantum dalam Konstitusi Rusia sebagai bagian integral darinya.

Ia juga mencatat, saat ini beberapa wilayah di wilayah ini masih diduduki oleh rezim Kyiv.

"Menurut hasil referendum, wilayah-wilayah ini telah memasuki batas administratif Rusia. Dari sudut pandang kami, ini adalah situasi de jure dan de facto," kata Peskov.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidato pada 14 Juni 2024 mengatakan menetapkan persyaratan awal perundingan untuk mengakhiri perang, Ukraina harus menghentikan ambisi NATO-nya dan menarik pasukannya dari empat wilayah Ukraina yang diklaim dan sebagian besar dikuasai Rusia.

Rusia mencaplok Lugansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia setelah menggelar referendum yang dikritik, menyusul invasi pada tahun 2022. Pengumuman pencaplokan itu dilakukan langsung oleh Presiden Putin.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Hari Minggu, dirinya mengharapkan Rusia dan Ukraina dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, yang sudah memasuki tahun ketiga, pada pekan ini.

Diketahui, Presiden Trump sejak kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat 2024 bertekad untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina secepatnya.

Setelah dilantik, Presiden Trump bergerak cepat dengan melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Upaya mewujudkan perdamaian dilanjutkan dengan beberapa kali pertemuan terpisah antara delegasi dan utusan di antara ketiga negara.

Pekan lalu, Negeri Pam Sam mengancam meninggalkan upaya untuk menengahi kesepakatan damai Rusia-Ukraina, kecuali ada tanda-tanda kemajuan yang jelas dalam waktu dekat.

Terbaru, Wakil Presiden JD Vance pekan ini mengatakan, Amerika Serikat telah mengembangkan "proposal yang sangat eksplisit" untuk menyelesaikan konflik Ukraina, dan akan menarik diri dari perundingan, jika Moskow dan Kyiv tidak menyetujui rencana tersebut.