Bagikan:

JAKARTA - Indonesia dan Estonia menyepakati peningkatan kerja sama kedua negara yang telah terjalin lama, dengan keunggulan Estonia di bidang teknologi digital diharapkan dapat bermanfaat bagi Indonesia, kata Menteri Luar Negeri Sugiono.

Menlu Sugiono menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsakhna di Kementerian Luar Negeri RI, Rabu 23 April.

Menlu Sugiono menerangkan, hubungan bilateral, hubungan diplomatik hingga kerja sama di berbagai bidang menjadi pembicaraan kali ini dengan Menlu Tsakhna.

"Kami berbicara mengenai hubungan bilateral dan diplomatik yang selama ini sudah terjalin selama 32 tahun," kata Menlu Sugiono.

"Mereka negara yang sangat advance di bidang siber, sangat digital, mempunyai teknologi yang sifatnya cutting edge, yang kami sama-sama yakin dan percaya juga bisa bermanfaat jika terjadi hubungan dan partnership yang lebih dan erat," lanjut Menlu RI.

Diketahui, kemajuan teknologi digital yang sangat signifikan menjadikan Estonia dijuluki sebagai 'Negeri Digital'.

"Kami juga berbicara tentang kemungkinan untuk melibatkan kemampuan digital Estonia untuk mengambil bagian dalam e-governance, menciptakan lebih banyak proses dan mekanisme yang efisien dalam birokrasi pemerintah dan juga pendidikan," ungkap Menlu Sugiono.

"Dan saya yakin ada peluang yang kuat bagi Estonia untuk ambil bagian dalam upaya Indonesia," tambahnya.

Lebih jauh Menlu Sugiono mengatakan, kedua belah pihak juga sepakat untuk meningkatkan hubungan di berbagai sektor, terutama untuk menghadapi situasi ekonomi global yang unpredictable.

"Kita sama-sama memiliki komitmen untuk meningkatkan kerja sama di berbagai sektor yang tadi disebutkan, pertanian, pendidikan, beberapa alternatif yang bisa dicapai di sektor sektor lain," jelasnya.

Dalam kesempatan ini Menlu juga mengapresiasi peningkatan perdagangan bilateral kedua negara yang semakin meningkat selama lima tahun terakhir.

Tidak ketinggalan, dalam kesempatan kali ini kedua menteri luar negeri membahasi situasi yang terjadi di regional dan global, termasuk konflik di Ukraina.