Bagikan:

YOGYAKARTA – Belum lama ini pemilik Pondok Indah Mall Murdaya Poo meninggal dunia di Singapura, Senin, 7 April 2025. Rencananya, keluarga akan menyemayamkan jenazah mendiang Murdaya Poo di Vihara Griya Vipasana Avalokitesvara (GVA) Mendut, Magelang, Jawa Tengah. Namun di tengah berita duka tersebut, rencana kremasi jenazah mendiang ditolak oleh warga Magelang. Di luar dari kasus tersebut, profil Murdaya Poo menarik untuk dibahas.

Profil Murdaya Poo

Murdaya Widyawimarta Poo alias Murdaya Poo dikenal sebagai konglomerat sekaligus pengusaha dari Indonesia. Ia lahir di Blitar tanggal 12 Januari 1941. Ia diketahui merupakan alumni Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia (UI) tahun 1966.

Tak banyak informasi yang menjelaskan Murdaya Poo. Namun, ia adalah pengusaha ternama di Indonesia. Bahkan namanya pernah masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Kekayaan Muraya Poo didapatkan dari berbagai lini bisnis, salah satunya di bidang properti. Ia adalah pendiri sekaligus pemilik Jakarta International Expo (JIEXPO) yang ada di Kemayoran, Jakarta.

Selain itu Muraya juga owner Pondok Indah Mall (PIM) serta Puri Indah Mall yang dinaungi oleh PT Metropolitan Kentjana. Selain memiliki mall, Murdaya juga tercatat sebagai salah satu pemilik pengembang properti PT Metropolitan Kentjana Tbk..

Tidak sampai situ saja, Muraya juga memiliki grup bisnis yang dinamakan Central Cipta Murdaya Group. Perusahaan tersebut membawahi banyak bidang seperti sektor kelapa sawit, mekanik, bahkan sektor teknologi (IT).

Kiprah Murdaya Poo di Panggung Politik

Tidak hanya dikenal sebagai pengusaha, Murdaya Poo juga sempat terjun di panggung politik Tanah Air. Ia pernah menjabat sebagai wakil rakyat di DPR dengan periode jabatan dari 2009 hingga 2014. Kala itu Murdoyo adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dalam pencalonannya, Murdaya berhasil terpilih di Dapil Jawa Timur 1.

Sedangkan di kepartaian, Murdaya sempat dipercaya untuk menduduki posisi bendahara dan pimpinan cabang PDIP. Namun tahun 2009, PDIP memutuskan untuk mendepak Murdaya dari anggota kepartaian.

Penolakan Murdaya Poo di Magelang

Keluarga Murdaya berencana melakukan proses kremasi di Dusun Ngaran II, Desa/Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Rencananya, kremasi dilakukan dengan bahan bakar kayu cendana dengan disusun hingga tingginya 2 meter. Selain itu akan dilakukan pemagaran batu untuk mengendalikan api.

Prosesi kremasi tersebut memang sudah menjadi bagian dari tradisi umat Hindu, meskipun kremasi hanya dilakukan pada tokoh agama atau tokoh spesial. Sayangnya, masyarakat di sekitar Borobudur menentang proses kremasi tersebut.

Alasan warga Magelang menolak kremasi Murdaya Poo disampaikan saat mediasi yang menghadirkan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) serta Pemkab Magelang, pada Rabu (16/4/2025). Warga sendiri merasa keberatan terhadap proses kremasi karena dilakukan di tengah lingkungan mereka.

Itulah informasi terkait profil Murdaya Poo. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.