JAKARTA - Eks Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengaku terpanggil mengikuti seleksi hakim agung yang diselenggarakan oleh Komisi Yudisial (KY).
Ghufron menyampaikan ini setelah lolos seleksi administrasi calon hakim agung tahun 2025. Total ada 161 calon hakim agung dan 18 calon hakim Ad Hoc masuk tahap selanjutnya.
"Saya merasa terpanggil atas undangan KY yang memanggil putra terbaik dan memiliki kapasitas serta komitmen untuk menegakkan hukum," kata Ghufron kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 16 April.
Dia berharap proses seleksi ini bisa berjalan dengan baik. Sehingga, hakim terbaik bisa terpilih.
"Semoga proses seleksi ini mampu menemukan calon hakim terbaik bagi kebutuhan hukum di Indonesia," tegasnya.
BACA JUGA:
Adapun Juru Bicara KY Mukti Fajar mengatakan seleksi tersebut mencari lima hakim agung Kamar Pidana, tiga hakim agung Kamar Perdata, dua hakim agung Kamar Agama, satu hakim agung Kamar Militer, satu hakim agung Kamar Tata Usaha Negara (TUN), lima hakim agung Kamar TUN khusus pajak, serta tiga hakim agung ad hoc HAM di MA.
Pendaftaran ini, sambung Mukti, ditutup pada Kamis, 10 April setelah diperpanjang dari 27 Maret lalu. Total ada 183 pendaftar calon hakim agung dan 24 pendaftar calon hakim ad hoc HAM di MA konfirmasi.
"Seleksi administrasi ini diukur berdasarkan indikator kelengkapan berkas dan kesesuaian persyaratan. Selamat kepada calon peserta seleksi calon hakim agung dan calon hakim ad hoc HAM di MA yang lulus seleksi administrasi," kata Mukti lewat keterangan tertulisnya, Selasa, 15 April.