Bagikan:

YOGYAKARTA - Kardinal merupakan salah satu jabatan penting dalam Gereja Katolik. Kedudukannya sangat istimewa karena kardinal menjadi pembantu utama Paus dalam mengatur urusan Gereja secara global. Mari mengenal lebih jauh apa itu kardinal dalam struktur kepengurusan Gereja Katolik. 

Selain menjadi penasehat Paus, para kardinal juga memiliki hak khusus untuk memilih Paus yang baru apabila Tahta Suci kosong (sede vacante). Itulah mengapa posisi kardinal menjadi sosok yang berpengaruh besar dalam hierarki Gereja Katolik.

Dalam kehidupan Gereja, jabatan kardinal tidak hanya bersifat simbolis, tetapi sangat nyata dalam pengambilan keputusan, baik dalam aspek teologis, administratif, maupun pastoral. Karena itulah, pemilihan seseorang menjadi kardinal bukanlah hal yang sepele, melainkan melalui pertimbangan yang matang oleh Paus sendiri.

Apa Itu Kardinal?

Istilah "kardinal" berasal dari kata Latin ‘cardo’ yang berarti "engsel". Penyebutan istilah Ini melambangkan bahwa para kardinal adalah "engsel" atau penopang utama dalam kehidupan dan struktur Gereja. 

Jabatan kardinal mulai dikenal sejak abad ke-8. Namun baru secara resmi diatur oleh Paus Nikolaus II pada tahun 1059, melalui dekret yang menetapkan bahwa hanya kardinal yang memiliki hak untuk memilih Paus.

Pada awalnya, kardinal hanya berasal dari Gereja di Roma karena memang mereka merupakan pendeta, diakon, atau uskup yang melayani di wilayah Keuskupan Roma. Namun seiring perkembangan Gereja Katolik yang semakin universal, jabatan kardinal pun diberikan kepada para uskup dari berbagai belahan dunia.

Tugas dan Fungsi Seorang Kardinal

Secara umum, kardinal memiliki tiga tugas utama, yaitu:

Menjadi Penasehat Paus

Kardinal ditunjuk oleh Paus untuk menjadi pembantu dan penasehatnya dalam berbagai aspek kehidupan Gereja. Mereka biasanya tergabung dalam berbagai dewan atau kongregasi di dalam Kuria Roma, yaitu struktur administrasi pusat Gereja Katolik.

Memilih Paus

Salah satu fungsi paling penting dari seorang kardinal adalah memilih Paus dalam suatu pertemuan rahasia yang disebut konklaf. Hanya kardinal yang berusia di bawah 80 tahun yang berhak untuk ikut serta dalam konklaf.

Melayani Gereja Universal

Banyak kardinal yang juga ditunjuk sebagai pemimpin keuskupan penting di dunia, seperti Uskup Agung New York, Uskup Agung Paris, atau Uskup Agung Jakarta. Dalam kapasitas ini, mereka juga mengemban tanggung jawab pastoral terhadap umat di wilayah mereka masing-masing.

Jenis-Jenis Kardinal

Secara tradisional, kardinal terbagi menjadi tiga tingkatan, meskipun peran mereka di masa kini sudah lebih bersifat seremonial:

  1. Kardinal Uskup (Cardinal Bishops): Mereka adalah para kardinal yang memegang gelar atas gereja-gereja suburbikaria di sekitar Roma. Saat ini, kelompok ini juga mencakup para pejabat tinggi di Kuria Roma dan Patriark Timur yang diangkat menjadi kardinal.
  2. Kardinal Imam (Cardinal Priests): Ini merupakan kelompok terbesar dalam kolegium kardinal. Biasanya mereka adalah para uskup agung yang memimpin keuskupan-keuskupan besar di dunia.
  3. Kardinal Diakon (Cardinal Deacons): Biasanya adalah pejabat Kuria Roma atau mereka yang diangkat menjadi kardinal dari luar struktur keuskupan. Mereka sering bertugas dalam bidang administrasi Gereja.

Penunjukan Seorang Kardinal

Penunjukan seorang kardinal adalah hak prerogatif Paus. Paus dapat memilih siapa saja yang dianggap layak untuk menjadi kardinal, meskipun secara umum yang terpilih adalah para uskup. Namun dalam sejarahnya, ada juga imam, bahkan awam, yang diangkat sebagai kardinal (meski sangat langka dan biasanya harus ditahbiskan terlebih dahulu).

Setiap kali ada konsistori, pertemuan resmi yang diumumkan oleh Paus, ia akan mengumumkan nama-nama yang akan diangkat menjadi kardinal. Setelah pengumuman, para kardinal baru akan menerima biretta merah (topi khas kardinal) dan cincin kardinal, sebagai tanda jabatan mereka.

Simbol Warna Merah

Warna merah yang dikenakan para kardinal bukanlah tanpa makna. Merah melambangkan kesiapan mereka untuk mempertahankan iman Katolik bahkan sampai titik darah penghabisan. Warna ini juga menjadi simbol keberanian, tekad, dan semangat pengabdian yang tinggi.

Demikianlah ulasan mengenai apa itu kardinal dan tugasnya dalam Gereja Katolik. Kardinal tidak hanya menjadi penasehat utama Paus, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelangsungan hidup Gereja secara universal. Baca juga kenapa pemimpin Gereja Katolik disebut Paus.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI. Kami menghadirkan info terbaru dan terupdate nasional maupun internasional.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+