Bagikan:

JAKARTA - Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani merespons diplomatis isu 'matahari kembar' dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Isu ini muncul usai sejumlah menteri Kabinet Merah Putih menyambangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah. 

Puan menegaskan, bahwa saat ini Presiden Indonesia hanyalah Prabowo Subianto. Menurutnya, kunjungan silaturahmi para menteri KMP ke kediaman Jokowi adalah hal yang wajar. 

Apalagi, kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi lebaran. Puan menilai, kunjungan itu mencerminkan tradisi baik dalam mempererat tali persaudaraan dan menjaga harmoni, terutama di masa transisi pemerintahan.

"Silaturahmi di masa lebaran akan sangat baik. (Soal isu) Matahari kembar, presiden saat ini Presiden Prabowo Subianto," ujar Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 14 April. 

Seperti diketahui, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih mendatangi kediaman Jokowi di Solo pada momentum perayaan Idulfitri 1446 H. Menteri-menteri tersebut yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang datang pada Selasa, 8 April. 

Selang satu hari, Menko Pangan Zulkifli Hasan juga menemui Jokowi. Kemudian, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan (KPP) Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin hingga Menteri Koperasi Budi Arie juga bergantian mendatangi Jokowi.

Atas kunjungan menteri Prabowo ke rumah Jokowi, politisi PKS Mardani Ali Sera mengingatkan pentingnya menghindari 'matahari kembar' dalam pemerintahan. Meski silaturahmi merupakan hak yang baik. 

Sementara itu, Presiden Prabowo diketahui mendatangi kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar, Jakarta Pusat, pada Senin, 14 April, malam untuk bersilaturahmi di momen Lebaran 1446 H. Prabowo belum bersilaturahmi dengan Jokowi lantaran saat ini masih melakukan hubungan diplomatik ke lima negara di Timur Tengah. 

Dalam pertemuan di Teuku Umar, Prabowo dan Megawati sempat berdiskusi empat mata selama dua jam. Keduanya membahas sinergi PDIP dengan pemerintahan.