JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Hari Senin untuk pertama kalinya mengonfirmasi operasi di wilayah Belgorod Rusia saat mereka berupaya melindungi kota-kota Ukraina di dekat perbatasan.
Pasukan Ukraina tetap berada di beberapa bagian wilayah tetangga Rusia, Kursk, delapan bulan setelah serangan lintas perbatasan, meskipun pasukan Rusia telah merebut kembali banyak wilayah yang hilang.
Dalam pidato video malam harinya, Presiden Zelensky mengatakan komandan tertinggi Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi, telah menyampaikan laporan "di garis depan, kehadiran kami di wilayah Kursk dan kehadiran kami di wilayah Belgorod."
"Kami melanjutkan operasi aktif di wilayah perbatasan musuh dan ini sepenuhnya dibenarkan. Perang harus kembali ke tempat asalnya," ujar Presiden Zelensky, melansir Reuters 8 April.
"Tujuan utama kami tetap sama: melindungi tanah dan masyarakat kami di wilayah Sumy dan Kharkiv dari penjajah Rusia," lanjut Presiden Zelensky.
Lebih jauh Presiden Zelensky merujuk pada operasi di wilayah tersebut oleh Resimen Serbu ke-225 Ukraina dan memberi selamat kepada unit tersebut atas kinerjanya.
Presiden Zelensky mengulangi pernyataan lama Kyiv, meskipun Rusia merebut kembali wilayah Kursk dalam beberapa minggu terakhir, operasi tersebut berhasil karena menarik pasukan Rusia menjauh dari garis depan utama perang di wilayah Donetsk, Ukraina.
"Berkat seluruh operasi Kursk, kami telah berhasil mengurangi tekanan pada sektor garis depan lainnya, khususnya di wilayah Donetsk," ungkap Presiden Zelensky.
Bulan lalu Ia secara tidak langsung merujuk pada "langkah-langkah tertentu" yang dilakukan oleh militer Ukraina di Rusia "sedikit di bawah wilayah Kursk", yang secara implisit menunjukkan kehadiran di wilayah Belgorod.
Terpisah, blogger militer Rusia telah melaporkan pertempuran di wilayah Belgorod antara pasukan Rusia dan Ukraina.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Rusia pada Hari Minggu mengatakan pasukannya telah merebut Desa Basivka di wilayah Sumy di timur laut Ukraina, seberang Kursk, menyerang pasukan Ukraina di berbagai permukiman.
Diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin telah berulang kali menyerukan agar pasukan Rusia membentuk zona penyangga di sepanjang perbatasan.
Namun, seorang juru bicara militer Ukraina pada Hari Senin mengeluarkan bantahan Basivka berada di tangan Rusia.