Bagikan:

JAKARTA - Turki menepis anggapan buruk internasional soal penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu yang memicu demonstrasi besar-besaran secara nasional. Pihak berwenang menahan hampir 1.900 orang yang ikut serta dalam demonstrasi tersebut.

Imamoglu, pesaing politik terbesar Presiden Tayyip Erdogan yang mengunggulinya dalam beberapa pemilihan, dipenjara sambil menunggu persidangan atas tuduhan korupsi.

Penangkapannya memicu protes antipemerintah terbesar dalam satu dekade dan menyebabkan penangkapan massal di seluruh negeri.

Oposisi utama Imamoglu, Partai Rakyat Republik (CHP), partai oposisi lainnya, kelompok-kelompok hak asasi manusia, dan kekuatan Barat semuanya mengatakan kasus terhadap wali kota tersebut merupakan upaya yang dipolitisasi untuk menghilangkan potensi ancaman elektoral terhadap Erdogan.

Pemerintah membantah adanya pengaruh apa pun terhadap peradilan dan mengatakan pengadilan bersifat independen.

Berbicara kepada perwakilan media internasional di Istanbul, Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc mengatakan Ankara telah meminta mitra-mitranya di Eropa untuk bertindak dengan "akal sehat”.

Dia menekankan beratnya tuduhan terhadap Imamoglu mengharuskan penangkapannya.

"Kami tidak menginginkan penangkapan politisi mana pun, tetapi jika ada bukti pelanggaran, maka itu bisa terjadi," kata Tunc melalui seorang penerjemah dilansir Reuters, Kamis, 27 Maret.

"Jika kita melihat beratnya tuduhan, dan karena ada risiko bahwa bukti dapat disembunyikan, pengadilan telah membuat keputusan yang wajar," sambungnya.

CHP meminta warga Turki untuk terus berunjuk rasa, dengan mengatakan akan mengorganisir demonstrasi dan pertemuan di berbagai lokasi di Istanbul dan tempat lain.

Erdogan menolak protes tersebut sebagai "pertunjukan" dan memperingatkan konsekuensi hukum bagi para pengunjuk rasa.

Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya mengatakan 1.879 orang telah ditahan sejak protes meletus Rabu lalu.

Pengadilan memenjarakan 260 dari mereka sambil menunggu persidangan.

Sementara 489 orang telah dibebaskan dan 662 lainnya masih diproses. Di sisi lain, tercatat 150 petugas polisi terluka.

Kelompok hak asasi manusia meminta Turki untuk menyelidiki apa yang mereka sebut sebagai penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi saat membubarkan massa.

Kelompok itu mendesak pemerintah untuk mengizinkan demonstrasi, yang sebagian besar berlangsung damai. Para pemimpin Barat mengatakan kasus tersebut menandai kemunduran demokrasi.

Ketika ditanya tentang waktu penangkapan Imamoglu, yang terjadi beberapa hari menjelang pengumumannya sebagai kandidat presiden CHP dalam pemilihan berikutnya, Tunc mengatakan pengadilan hanya melihat laporan pidana.

Dia juga mengatakan Erdogan tidak diberi tahu tentang kasus terhadap Imamoglu karena kerahasiaan kasus tersebut, meskipun presiden telah membuat beberapa komentar yang menuduh CHP dan kotamadyanya melakukan korupsi.