Bagikan:

JAKARTA - Banjir di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah imbasnya jebolnya tanggul Sungai Tuntang semakin meluas. Saat ini sebanyak 29 desa terdampak dengan rumah tergenang mencapai ratusan.

"Data per Rabu (12 Maret) pukul 13.00 WIB, jumlah desa terdampak banjir menjadi 29 desa yang tersebar di enam kecamatan," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Masrikan di Grobogan, Rabu 12 Maret, disitat Antara.

Keenam kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Toroh, Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Tawangharjo, Kecamatan Kedungjati, Kecamatan Gubug, dan Kecamatan Tegowanu.

Sementara jumlah warga yang terdampak, kata dia, mencapai 6.330 kepala keluarga (KK).

Dari ribuan warga terdampak tersebut, sedangkan yang mengungsi totalnya ada 635 jiwa yang tersebar di beberapa titik pengungsian yang tersebar di Desa Baturagung, Cangkring, Pepe, dan Ringinkidul.

Sementara tempat yang dijadikan pengungsian, yakni gereja, masjid, balai desa, PAUD, serta rumah warga.

Banjir diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi pada 7 Maret 2025 dan 8 Maret 2025 pukul 18.00 hingga 20.00 WIB terjadi di Kabupaten Grobogan serta kiriman air dari hulu Sungai Lusi, Sungai Glugu, dan Sungai Tuntang yang mengakibatkan sungai tidak mampu menampung debit air sehingga menyebabkan air meluap dan menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Grobogan.

Kondisi tersebut, mengakibatkan tanggul Sungai Tuntang jebol di Desa Baturagung pada Minggu, 9 Maret dan diikuti tanggul Sungai Kliteh di Desa Tegowanu juga jebol, sehingga airnya meluap ke perkampungan warga.

"Kondisi hari ini (12 Maret) sebagian besar desa yang sebelumnya kebanjiran mulai surut. Sedangkan yang masih ada genangan di Desa Tunjungharjo dan Desa Pepe di Kecamatan Tegowanu," ujarnya.

Karena debit air Sungai Tuntang mulai menurun, maka BBWS Pemali Juana mulai melakukan perbaikan tanggul yang jebol di Desa Baturagung.