Bagikan:

JAKARTA - Puluhan narapidana atau warga binaan kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kutacane Aceh Tenggara, Aceh. Perkembangan terkini, 21 diantaranya telah ditangkap kembali.

"Update terakhir dari 52 orang warga binaan yang melarikan diri, sudah 21 orang yang tertangkap dan menyerahkan diri," ujar Kabag Humas dan Protokol di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rika Aprianti, saat dikonfirmasi, Rabu, 12 Maret.

Dikatakan, dari puluhan narapidana yang telah diamankan kembali, sebagian diantaranya menyerahkan diri. Bahkan, adanya yang diantar langsung oleh keluarganya untuk kembali ke Lapas Kutacane.

"Bahkan ada keluarganya langsung yang mengantarkan mereka kembali ke lapas," sebutnya.

Saat inic, tersisa sekitar 31 narapidana yang masih berkeliaran bebas. Mereka masih diburu keberadaanya agar bisa segera diamankan kembali.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyatakan pihaknya masih mendalami faktor penyebab atau pemicu para narapidana nekat kabur dari Lapas Kutacane.

Namun, dari informasi yang diterima, para warga binaan meminta jatah anggaran makan mereka disamaratakan dengan narapidana di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tak dipungkiri, kata Agus, ada beberapa klasifikasi biaya makan untuk para narapidana. Nilainya dari Rp18.000 hingga Rp22.000.

"Yang sementara berkembangan kan karena makan nih, minta jatah makannya sama dengan yang dari KPK. Memang kan ada beberapa klasifikasi di sini, ada yang Rp18.000 per hari, ada yang Rp20.000, ada yang Rp22.000," kata Agus.

Kaburnya puluhan warga binaan terjadi pada Senin, 10 Maret jelang berbuka puasa. Mereka ada yang kabur melalui pintu utama dan ada juga dari atap lapas.