JAKARTA - Ukraina akan mengambil posisi konstruktif dan mengharapkan hasil praktis dari negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Rusia, saat melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat pada Hari Selasa, cuit Presiden Volodymyr Zelensky, dengan fokus pada jaminan keamanan.
Presiden Zelensky tiba di Jeddah, Arab Saudi pada Hari Senin. Ia kemudian bertemu dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) bin Abdulaziz Al Saud di Istana Al-Salam.
Dalam unggahannya, Presiden Zelensky berterima kasih kepada Putra Mahkota atas dukungannya untuk Ukraina.
"Kami membahas semua isu utama dalam agenda, baik masalah bilateral maupun kerja sama dengan mitra lain," cuitnya seperti dikutip 11 Maret.
"Saya menghargai upaya Putra Mahkota dalam mewujudkan perdamaian sejati. Arab Saudi menyediakan platform penting untuk diplomasi, dan kami menghargai hal ini," lanjutnya.
Presiden Zelensky juga menuliskan, delegasi Ukraina tetap berada di Jeddah untuk bekerja dengan tim AS pada hari Selasa "dan kami berharap akan ada hasil yang praktis."
"Posisi Ukraina dalam pembicaraan ini akan sepenuhnya dialog konstruktif," tulisnya.
Хороша зустріч зі Спадкоємним принцом Королівства Саудівська Аравія Мухаммадом бін Салманом Аль Саудом. Вдячний за мудрий погляд на міжнародну ситуацію та за підтримку України. Було дуже важливо почути слова впевненості в українському майбутньому.
Обговорили всі основні питання… pic.twitter.com/plFpL79WtW
— Volodymyr Zelenskyy / Володимир Зеленський (@ZelenskyyUa) March 10, 2025
Presiden Zelensky mengatakan, dirinya bersama Pangeran MBS berdiskusi secara terperinci langkah-langkah dan kondisi yang diperlukan untuk mengakhiri perang dan mengamankan perdamaian yang dapat diandalkan dan abadi.
"Saya secara khusus menekankan masalah pembebasan tahanan dan pemulangan anak-anak kami, yang dapat menjadi langkah kunci dalam membangun kepercayaan dalam upaya diplomatik. Bagian penting dari diskusi tersebut didedikasikan untuk format jaminan keamanan," tulis Presiden Zelensky.
"Kami menghargai kesiapan Arab Saudi untuk memperluas kerja sama ekonomi dan berinvestasi di Ukraina," tambahnya, menyebut sektor-sektor utama investasi, seperti keamanan, energi dan infrastruktur.
Pada gilirannya, Putra Mahkota Arab Saudi menegaskan komitmen Kerajaan untuk mendukung semua upaya internasional yang bertujuan untuk menyelesaikan krisis dan mencapai perdamaian, lapor Saudi Press Agency (SPA).
Arab Saudi telah memainkan peran mediasi sejak invasi Rusia, termasuk menjadi perantara pertukaran tahanan dan menjadi tuan rumah pembicaraan bulan lalu antara Moskow dan Washington, dikutip dari Reuters.
Pembicaraan antara pejabat AS dan Ukraina hari ini adalah sesi resmi pertama sejak pertemuan Zelensky di Gedung Putih yang gagal. Utusan Presiden Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff mengatakan memiliki harapan yang tinggi.
Presiden Zelensky mengatakan tidak akan menghadiri pembicaraan Hari Selasa dengan para pejabat AS. Delegasi Ukraina akan mencakup kepala stafnya, menteri luar negeri, menteri pertahanan, serta seorang pejabat tinggi militer dalam pemerintahan presidensial.
BACA JUGA:
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang juga sudah berada di Jeddah dan bertemu dengan Putra Mahkota. Ia direncanakan hadir dalam pertemuan tersebut.
Para pejabat AS mengatakan, mereka berencana untuk menggunakan pertemuan tersebut sebagian untuk menentukan apakah Kyiv bersedia membuat konsesi material kepada Rusia untuk mengakhiri perang.
"Kami ingin melihat apakah Ukraina tertarik tidak hanya pada perdamaian, tetapi juga pada perdamaian yang realistis," kata seorang pejabat.