JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut masyarakat berpotensi melaksanakan kegiatan pulang kampung sepekan lebih awal daripada prediksi puncak arus mudik. Hal tersebut disebabkan adanya kebijakan Work from Anywhere atau WFA.
"Kami juga mengantisipasi apabila terjadi kepadatan atau kegiatan mudik mulai berlangsung pada tanggal 21 Maret 2025 pada hari Jumat," ujar Dudy kepada wartawan, Senin, 10 Maret.
Kebijakan tersebut merupakan langkah untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang puncaknya diperkirakan terjadi pada 28 hingga 30 Maret 2025.
Antisipasi kepadatan kendaraan atau kemacetan sudah disiapkan salah satunya dengan menerapkan rekayasa arus lalu lintas yang pelaksanaannya akan dikomandoi anggota Polri.
Selain itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi kecamatan yang disebabkan oleh keberadaan pasar tumpah, lokasi wisata, dan lain sebagainya.
"Khususnya terkait dengan antisipasi berkaitan dengan pasar pasar tumpah atau kemudian lintasan kereta api yang perlu diwaspadai dan perlu juga kerja sama dengan pihak Pemda dan tentunya dengan kepolisian untuk mengamankan jalur jalur tersebut," kata Dudy.
BACA JUGA:
Diprediksi 146,48 juta orang akan pulang ke kampung halamannya di momen Lebaran 2025 atau Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.
Dari angka tersebut, paling banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi dengan persentase mencapai 23 persen.
Selain itu, berdasarkan hasil survei dan pemetaan bila daerah asal pemudik terbanyak yakni Jawa Barat. Sementara untuk daerah yang paling banyak dituju yakni Jawa Tengah.
"Untuk tahun ini, kami perkirakan bahwa Jumlah pemudik yang akan melakukan perjalanan di lebaran adalah sebanyak 146,48 juta orang," kata Dudy.