JAKARTA - Polri mencatat terjadi 148 kecelakaan saat arus mudik Lebaran 2025. Dari ratusan insiden tersebut menyebabkan sepuluh orang meninggal dunia.
Jumlah kecelakaan tersebut berdasarkan data kepolisian per 25 Maret atau arus mudik gelombang pertama.
"Sebanyak 148 kejadian dengan rincian orang meninggal dunia 10 orang, luka berat 19 orang, dan luka ringan 201 orang," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago dalam keterangannya, Rabu, 26 Maret.
Selain itu, disampaikan juga mengenai arus lalu lintas di beberapa Gerbang Tol (GT). Seratusan ribu kendaraan telah meninggalkan Jakarta, arah ruas tol Trans Jawa hingga arah Merak.
"Arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui GT Cikampek Utama arah tol Trans Jaya sebanyak 52.561 kendaraan," sebutnya.
"Arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui GT tol Cikupa arah Merak sebanyak 46.542 kendaraan," sambung Erdi.
Kemudian, sebanyak 31.722 kendaraan yang keluar Jakarta menunjuk Gerbang Tol Ciawi dan 29.196 kendaraan yang melintasi GT Kalihurip Utama dari Jakarta sebanyak 29.196 kendaraan.
Di sisi lain, Erdi juga menyatakan Polri dan stakeholder terkait belum menerapkan skema rekayasa arus lalu lintas. Sebab, volume kendaraan di masing-masing GT disebut masih di batas normal.
"Penerapan one way dan contra flow per Selasa 25 Maret 2025 masih belum diberlakukan," kata Erdi.
BACA JUGA:
Adapun, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memprediksi arus mudik Lebaran 2025 akan terbagi menjadi beberapa gelombang. Penyebabnya karena adanya kebijakan pemerintah terkadang libur sekolah dan work form anywhere atau WFA.
"Kementerian Dikdasmen mengumumkan bahwa mulai 21 Maret anak sekolah sudah libur. Dengan adanya kebijakan ini, kami memprediksi akan terjadi gelombang pertama arus mudik, terutama bagi ASN yang sudah diperbolehkan bekerja dari mana saja," ujar Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Aries Syahbudin.
Gelombang pertama diprediksi akan terjadi sejak Jumat, 21 Maret hingga Minggu 23 Maret. Prediksi tersebut didasari banyak masyarakat yang memanfaatkan libur sekolah untuk memulai perjalanan ke kampung halaman.