JAKARTA - Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk situasi hak asasi manusia (HAM) di wilayah Palestina yang diduduki Francesca Albanese mengkritik langkah Israel memutus aliran listrik ke Jalur Gaza, Palestina.
"Peringatan Genosida. Pemutusan pasokan listrik Israel ke Gaza berarti, antara lain, tidak ada stasiun desalinasi yang berfungsi, dengan kata lain: tidak ada air bersih," cuit Albanese dalam unggahan di media sosial X, seperti dikutip 10 Maret.
Ia menambahkan, belum adanya sanksi yang dijatuhkan terhadap Israel sejauh ini, sama seperti membantu Israel melakukan genosida.
"Masih tidak ada sanksi, tidak ada embargo senjata terhadap Israel berarti antara lain, membantu Israel dalam melakukan salah satu genosida yang paling bisa dicegah dalam sejarah kita," tambahnya.
Sebelumnya, otoritas Israel pada Hari Minggu malam mengumumkan penghentian total pasokan listrik ke wilayah Jalur Gaza, Palestina, langkah yang diambil untuk menekan kelompok militan Palestina Hamas.
❌GENOCIDE ALERT!❌Israel cutting off electricity supplies to Gaza means, among others, no functioning desalination stations, ergo: no clean water.
STILL NO SANCTION/NO ARMS EMBARGO against Israel means, among others, AIDING AND ASSISTING Israel in the commission of one of the… https://t.co/x2cX4MuP0K
— Francesca Albanese, UN Special Rapporteur oPt (@FranceskAlbs) March 9, 2025
Keputusan ini menyusul perintah dari Menteri Energi Israel, Eli Cohen, yang berdasarkan kewenangannya, menginstruksikan penghentian penjualan listrik ke Gaza, yang mengarah pada penghentian aliran listrik ke wilayah tersebut, dikutip dari WAFA.
Menteri Energi Eli Cohen telah menginstruksikan Israel Electric Corporation (IEC) untuk segera memutus pasokan listrik ke Jalur Gaza, sebagai upaya untuk meningkatkan tekanan terhadap daerah kantong di mana 59 sandera yang diculik dari Israel masih ditahan.
"Kami akan menggunakan semua alat yang tersedia bagi kami sehingga semua sandera akan kembali, dan kami akan memastikan bahwa Hamas tidak akan berada di Gaza pada 'hari berikutnya'," kata Cohen dalam sebuah pernyataan video, dikutip dari The Times of Israel.
Kantor Cohen mengedarkan surat yang dikirim ke IEC yang memerintahkan untuk menghentikan penjualan listrik ke pembangkit listrik Gaza.
BACA JUGA:
Langkah ini diambil setelah Israel mengumumkan mereka menghentikan pasokan barang ke Gaza, sebagai respons penolakan Hamas untuk menerima proposal perpanjangan tahap awal gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera, serta mengancam "konsekuensi tambahan" dan kembali berperang.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pekan lalu, Ia siap untuk meningkatkan tekanan dan tidak akan mengesampingkan pemutusan aliran listrik ke Gaza jika Hamas tidak mengalah dalam tuntutannya dalam pembicaraan untuk membebaskan para sandera dan mengakhiri perang.