JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Hari Minggu, AS "hampir" mengakhiri penangguhan pembagian intelijen dengan Ukraina, mengharapkan hasil yang baik dari pembicaraan dengan pejabat Ukraina di Arab Saudi besok.
Ketika ditanya apakah ia akan mempertimbangkan untuk mengakhiri penangguhan tersebut, Presiden Trump berkata, "Kami hampir melakukannya. Kami hampir melakukannya," dilansir dari Reuters 10 Maret.
Pekan lalu, Direktur CIA John Ratcliffe mengatakan pada Hari Rabu, Washington telah menghentikan pembagian intelijen dengan Ukraina, yang meningkatkan tekanan pada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk bekerja sama dengan Presiden Trump dalam mengadakan pembicaraan damai dengan Rusia.
Penangguhan tersebut, yang dapat merenggut nyawa dengan merusak kemampuan Ukraina untuk mempertahankan diri dari serangan rudal Rusia, menyusul penghentian bantuan militer AS ke Kyiv.
Besok, pejabat Washington akan bertemu dengan delegasi Kyiv di Arab Saudi untuk menentukan apakah Ukraina bersedia memberikan konsesi material kepada Rusia untuk mengakhiri perang. Yang juga menjadi sorotan dalam pembicaraan di Jeddah adalah nasib kesepakatan mineral antara Washington dan Kyiv.
Presiden Trump menyatakan optimismenya tentang pembicaraan tersebut.
"Saya yakin, kami akan membuat banyak kemajuan minggu ini," katanya.
Semula, Presiden Zelensky dan Presiden Trump telah dijadwalkan untuk menandatangani perjanjian mineral - yang akan memberi AS akses ke sumber daya mineral tertentu di Ukraina. Namun, pertemuan keduanya di Ruang Oval Gedung Putih akhir bulan lalu berubah menjadi perdebatan di hadapan media, sehingga kesepakatan tidak jadi ditandatangani.
BACA JUGA:
Kemarin, Presiden Trump mengatakan Ia mengira Ukraina akan menandatangani perjanjian mineral, yang termasuk jaminan keamanan yang diinginkan Kyiv.
"Mereka akan menandatangani perjanjian mineral tetapi, saya ingin mereka menginginkan perdamaian. Mereka belum menunjukkannya sejauh yang seharusnya," katanya.
Presiden Trump juga mengatakan pemerintahannya sedang mempertimbangkan berbagai hal terkait tarif terhadap Rusia, menambahkan pemerintahannya tidak khawatir tentang latihan militer yang melibatkan Rusia, China dan Iran.