JAKARTA - Pemerintah Inggris bersepakat dengan perusahaan teknologi pertahanan untuk mengizinkan angkatan bersenjata Ukraina menggunakan pesawat nirawak serang yang lebih canggih di Laut Hitam.
Dilansir Reuters, Kamis, 6 Maret, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan kontrak yang jumlahnya hampir 30 juta pound ($38,68 juta), akan menghasilkan Anduril UK yang memasok pesawat nirawak ke Ukraina yang dirancang untuk memantau suatu wilayah sebelum menyerang target yang memasukinya.
Terkait kondisi Ukraina terkini usai ditinggalkan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump, pejabat Inggris mengadakan pembicaraan dengan sekitar 20 negara, sebagian besar negara Eropa dan negara-negara Persemakmuran, yang tertarik bergabung dalam koalisi mendukung Ukraina.
Perdana Menteri Keir Starmer sebelumnya mengumumkan Inggris, Prancis, dan beberapa negara lain akan membentuk koalisi untuk menyusun rencana guna menawarkan dukungan kepada Ukraina jika terjadi kesepakatan damai untuk mengakhiri perang Rusia
Pejabat itu tidak mau menyebutkan negara mana saja yang menunjukkan minat dalam memberikan dukungan, tetapi mengatakan: "Ini menunjukkan keinginan koalisi untuk bersidang dan keinginan sejumlah negara untuk memainkan peran mereka,” katanya dilansir Reuters, Kamis, 6 Maret.
“Ini masih tahap awal dan situasinya masih sangat cair,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Diberitakan sebelumnya, para pemimpin Eropa diperkirakan setuju untuk meningkatkan belanja pertahanan dan menegaskan kembali dukungan untuk Ukraina pada pertemuan puncak pada Kamis.
Penangguhan bantuan militer ke Kyiv oleh Presiden Donald Trump memicu kekhawatiran Uni Eropa (UE) tidak dapat lagi mengandalkan perlindungan AS.
Para pemimpin dari 27 negara Uni Eropa akan didampingi oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada pertemuan puncak di Brussels, Belgia, meskipun pemimpin nasionalis Hongaria Viktor Orban, sekutu Trump, mungkin memveto pernyataan dengan suara bulat yang mendukung Kyiv.