Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Inggris dalam pengumuman di situs Kementerian Pertahanan mengungkapkan rencana pengembangan rudal balistik taktis baru yang akan meningkatkan daya tembak Ukraina, guna mempertahankan diri dari serangan Rusia.

Dikerjakan di bawah Proyek Nightfall, rudal balistik baru diharapkan dapat diluncurkan dengan cepat dari darat, memiliki jangkauan lebih dari 500 kilometer, dengan hulu ledak bahan peledak tinggi konvensional seberat 200 kg, dirancang beroperasi di medan perang berisiko tinggi dengan interferensi elektromagnetik yang berat.

Rudal tersebut dirancang mampu diluncurkan dari berbagai kendaraan darat secara beruntun dengan cepat, sebelum kemudian mundur dalam hitungan menit, memungkinkan pasukan Ukraina menyerang dan menghindari sebelum Rusia memberikan respons.

"Proyek Nightfall dibangun di atas komitmen Inggris yang teguh kepada Ukraina, khususnya pada kemampuan jarak jauhnya, melalui pemberian ribuan drone serang satu arah jarak jauh," bunyi pengumuman kementerian, seperti dikutip (12/1).

Pengumuman ini menyusul kunjungan Menteri Pertahanan Inggris John Healey baru-baru ini ke Ukraina, yang bertepatan dengan serangan rudal dan drone besar-besaran Rusia terhadap Kyiv dan kota-kota lain pada 8-9 Januari.

Selama serangan tersebut, Rusia meluncurkan rudal balistik Oreshnik ke Ukraina barat, hanya 60 kilometer (37 mil) dari perbatasan Polandia, dikutip dari The Kyiv Independent.

"Serangan pada Kamis malam menunjukkan bagaimana (Presiden Rusia Vladimir) Putin berpikir dia dapat bertindak tanpa hukuman, menargetkan daerah sipil dengan persenjataan canggih," ujar Menhan Healey.

"Alih-alih serius menegosiasikan perdamaian, dia malah meningkatkan perang ilegalnya," lanjutnya.

"Kami cukup dekat untuk mendengar sirene serangan udara di sekitar Lviv dalam perjalanan kami ke Kyiv, itu adalah momen serius dan pengingat yang jelas tentang gempuran drone dan rudal yang menghantam warga Ukraina dalam kondisi suhu di bawah nol," urainya.

"Kami tidak akan mentolerir ini, itulah sebabnya kami bertekad untuk memberikan senjata canggih kepada warga Ukraina saat mereka melawan," tandasnya di pernyataan kementerian.

Menteri Kesiapan Pertahanan dan Industri Inggris, Luke Pollard mengatakan, "Eropa yang aman membutuhkan Ukraina yang kuat. Rudal jarak jauh Inggris yang baru ini akan membuat Ukraina tetap berjuang dan memberi (Presiden) Putin satu hal lagi untuk dikhawatirkan."

"Pada tahun 2026, kami akan terus berdiri bahu-membahu dengan Ukraina. Menyediakan peralatan untuk membuat mereka tetap berjuang hari ini, sambil berupaya mengamankan perdamaian di masa depan," tandasnya.

Proyek ini bertujuan agar tiga tim industri masing-masing mendapatkan kontrak pengembangan senilai 9 juta poundsterling untuk merancang, mengembangkan, dan mengirimkan tiga rudal pertama mereka dalam waktu 12 bulan untuk uji tembak.

BACA JUGA:


- https://voi.id/berita/550410/iran-ancam-serang-pangkalan-dan-kapal-as-jika-ikut-campur-dalam-protes-atas-nama-demonstran

- https://voi.id/berita/550404/kelompok-ham-sebut-korban-tewas-protes-di-iran-tembus-500-orang

- https://voi.id/berita/550357/wamenlu-ri-tegaskan-dukungan-penuh-indonesia-terhadap-kedaulatan-somalia-di-ktt-luar-biasa-oki

- https://voi.id/berita/550213/indonesia-turki-gelar-pertemuan-2-2-menlu-sugiono-cermin-kepercayaan-dan-komitmen-jangka-panjang

- https://voi.id/berita/550068/presiden-trump-batalkan-serangan-kedua-setelah-venezuela-bekerja-sama

Nightfall adalah proyek yang berfokus pada pembuatan prototipe cepat, pengembangan spiral, ketahanan terhadap peperangan elektronik, dan kemampuan untuk meningkatkan skala manufaktur dengan cepat, khususnya di Inggris.

Meskipun ditujukan untuk mendukung Ukraina, Nightfall juga akan memberikan informasi untuk proyek serangan jarak jauh Angkatan Bersenjata Inggris di masa mendatang.

Persyaratan Nightfall yang terperinci telah dibagikan kepada Mitra Industri pada tanggal 19 Desember 2025 yang telah menandatangani perjanjian kerahasiaan dan keamanan yang diperlukan.

Batas waktu untuk menerima proposal pengembangan Nightfall adalah 9 Februari 2026, dengan kontrak pengembangan yang ditargetkan akan diberikan pada Maret 2026.