Bagikan:

JAKARTA - Para pemimpin Eropa diperkirakan setuju untuk meningkatkan belanja pertahanan dan menegaskan kembali dukungan untuk Ukraina pada pertemuan puncak pada Kamis.

Penangguhan bantuan militer ke Kyiv oleh Presiden Donald Trump memicu kekhawatiran Uni Eropa (UE) tidak dapat lagi mengandalkan perlindungan AS.

Para pemimpin dari 27 negara Uni Eropa akan didampingi oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada pertemuan puncak di Brussels, Belgia, meskipun pemimpin nasionalis Hongaria Viktor Orban, sekutu Trump, mungkin memveto pernyataan dengan suara bulat yang mendukung Kyiv.

Meskipun KTT tersebut akan memberikan dukungan dan rencana peningkatan belanja pertahanan, Eropa diperkirakan tidak akan mampu sepenuhnya menggantikan bantuan AS yang ditangguhkan. Washington memberikan lebih dari 40% bantuan militer ke Ukraina tahun lalu, menurut NATO, beberapa di antaranya tidak dapat diberikan dengan mudah oleh Eropa.

Pertemuan tersebut berlangsung dengan latar belakang keputusan kebijakan pertahanan yang dramatis yang didorong oleh kekhawatiran Rusia mungkin akan menyerang negara Uni Eropa berikutnya dan bahwa Eropa tidak dapat bergantung pada AS untuk memberikan bantuannya.

"Saya ingin percaya bahwa Amerika Serikat akan mendukung kami. Namun kami harus siap jika hal itu tidak terjadi," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang perang di Ukraina dalam pidatonya di depan negara Prancis menjelang KTT dilansir Reuters, Kamis, 6 Maret.

Sebagai tanda gawatnya situasi saat ini, Macron mengatakan Prancis terbuka untuk mendiskusikan perluasan perlindungan yang ditawarkan oleh persenjataan nuklirnya kepada mitra-mitranya di Eropa. Ia menekankan bahwa Rusia telah menjadi ancaman bagi seluruh Eropa.

“Menghadapi dunia yang penuh bahaya ini, tetap menjadi penonton adalah sebuah kegilaan,” kata Macron.

Pada Selasa, partai-partai yang ingin membentuk pemerintahan Jerman berikutnya sepakat untuk melonggarkan batas pinjaman untuk memungkinkan belanja pertahanan tambahan senilai miliaran euro.

Komisi Eropa – badan eksekutif UE – juga meluncurkan proposal yang dikatakan dapat memobilisasi hingga 800 miliar euro ($860 miliar) untuk pertahanan Eropa, termasuk rencana untuk meminjam hingga 150 miliar euro ($160 miliar) untuk diberikan kepada pemerintah UE.

“Hal ini memberikan lebih banyak ruang fiskal kepada negara-negara anggota untuk belanja militer dan memberikan kemungkinan untuk pengadaan bersama di tingkat Eropa,” kata ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Kamis.

“Dan yang lebih penting lagi, hal ini juga menguntungkan Ukraina,” tegas dia.