JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan perjalanan ke Brussels, Belgia. Zelenskyy bertemu dengan para pemimpin Eropa saat negaranya berupaya menghadapi serangan berkelanjutan dari Rusia dan meningkatnya tekanan politik dari pemerintahan Presiden Donald Trump di AS.
Kunjungan presiden Ukraina ke Brussels terjadi pada saat yang sulit bagi negaranya. Gedung Putih mengumumkan penghentian sementara atas semua bantuan militer dan informasi intelijen dalam upaya untuk memaksa Kyiv merundingkan perjanjian damai dengan Rusia untuk mengakhiri invasi Moskow yang telah berlangsung selama tiga tahun.
Jeda bantuan militer itu terjadi setelah pertemuan yang penuh gejolak antara Zelenskyy dan Trump di Ruang Oval minggu lalu, yang berubah menjadi adu mulut dan berakhir dengan tim presiden Ukraina diminta untuk pergi.
Zelenskyy pekan ini merilis pernyataan yang menyebut pertemuan itu "disesalkan," dengan mengatakan dirinya siap untuk terlibat dalam proses perdamaian yang difasilitasi AS dan menandatangani perjanjian pembagian mineral yang kontroversial dengan AS.
Zelenskyy disambut di gedung Dewan Eropa di ibu kota Belgia pada Kamis oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa.
"Kami membahas penguatan kemampuan pertahanan Ukraina dan seluruh Eropa," tulis Zelenskyy di Telegram tentang pertemuannya dengan von der Leyen dan Costa dilansir ABC News, Kamis, 6 Maret.
"Pertahanan udara, senjata dan amunisi untuk Ukraina, pasokan tepat waktu, penguatan industri pertahanan Ukraina, negosiasi tentang aksesi Ukraina ke UE, kebutuhan untuk meningkatkan tekanan sanksi terhadap Rusia dan menangkal penghindaran sanksi -- semua ini termasuk dalam topik kita hari ini," tulisnya.
"Terima kasih atas kepemimpinan Anda dalam membahas peningkatan kemampuan pertahanan Eropa dan penguatan Ukraina, atas semua dukungan Anda di jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Sangat penting bahwa Ukraina tidak sendirian. Kami merasakannya dan mengetahuinya,” sambungnya.
BACA JUGA:
Sementara itu Von der Leyen mengatakan Eropa menghadapi situasi yang sulit.
"Kita harus mampu mempertahankan diri dan menempatkan Ukraina dalam posisi yang kuat,” katanya.
Zelenskyy akan berbicara pada pertemuan khusus Dewan Eropa dan diperkirakan akan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Eropa mengenai masalah pertahanan.