Bagikan:

JAKARTA - Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Kav Kristiyanto menyebut sekitar 20 prajurit Yonif 614/RJP yang diduga terlibat pada aksi penyerangan dan perusakan Polres Tarakan.

Diketahui, aksi penyerangan dan perusakan Polres Tarakan terjadi pada Senin, 24 Februari, sekitar pukul 23.30 WITA.

"Iya ada sekitar 20 orang yang diduga terlibat pada aksi tersebut," ujar Kristiyanto kepada VOI, Rabu, 26 Februari.

Namun, pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan terhadap puluhan prajurit tersebut. Tujuannya untuk memastikan keterlibatan dan peran mereka.

Dengan alasan tersebut, Kristiyanto belum bisa memaparkan peran masing-masing prajurit pada insiden penyerangan tersebut.

"Sampai saat ini masih diperiksa, kan ada yang menang terlibat melakukan pelemparan atau lainnya dan juga ada yang cuma ikut-ikutan. Sekarang masih diperiksa," sebutnya

Nantinya, prajurit yang terbukti terlibat dalam proses pemeriksaan bakal ditindak sesuai aturan. Sehingga, keadilan akan dirasakan seluruh pihak.

"Menindak personel masing-masing yang terbukti melakukan pelanggaran, sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Kristiyanto.

Akbat aksi penyerangan tersebut lima personel Polres Tarakan menjadi korban luka. Saat ini, mereka sedang menjalani perawatan medis di RSUD Jusuf SK.

Selain itu, sejumlah fasilitas Polres Tarakan rusak para seperti ruang SPKT, ruang kapolres, dan ruang ETLE.