JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama Koalisi Masyarakat Sipil akan menggelar puncak aksi unjuk rasa bertema 'Indonesia Gelap' di sekitaran Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, hari ini, Jumat 21 Februari.
Terkait dengan arus lalu lintas, Polda Metro Jaya menyebut akan menerapkan skema pengalihan arus secara situasional.
Rencananya, aksi unjuk rasa akan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Massa akan melakukan arak-arakan atau long march dari Taman Ismail Marzuki (TIM) menuju kawasan Istana Kepresidenan.
"Pengalihan arus situasional tergantung dinamika," ujar Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono kepada VOI, Jumat, 21 Februari.
Sejauh ini, skema arus lalu lintas yang akan diterapkan serupa dengan sebelumnya. Artinya, jika eskalasi massa aksi meningkat di sekitaran Parung Kuda, maka, arus kendaraan akan dialihkan ke beberapa ruas jalan.
"Sementara skema masih sama seperti kemarin.. misal terjadi penumpukan massa di Bundaran Patu Kuda maka arus lalin dialihkan menuju Kedutaan AS dan ke Budi Kemuliaan," kata Argo.
Diketahui, BEM SI menyampaikan 9 tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang bertajuk 'Indonesia Gelap'. Tuntutan mahasiswa kepada pemerintah, yakni :
1. Kaji Ulang Inpres No. 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025
2. Transparansi status pembangunan dan pajak rakyat
3. Evaluasi besar-besaran program Makan Bergizi Gratis (MBG)
4. Tolak revisi Rancangan Undang-Undang tentang perubahan keempat atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara atau RUU Minerba
BACA JUGA:
5. Tolak dwifungsi TNI
6. Sahkan RUU Perampasan Aset
7. Tingkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan secara nasional
8. Tolak impunitas dan tuntaskan pelanggaran HAM berat
9. Tolak cawe-cawe Jokowi dalam pemerintahan Prabowo