Bagikan:

JAKARTA – Edufarmers dan Pemuda Tani Indonesia dengan gembira mengumumkan Konferensi Agrinovasi 2025 yang sangat dinanti-nantikan, yang akan diselenggarakan pada Sabtu 22 Februari, di Jakarta International Convention Center (JICC) di Senayan, Jakarta.

Acara terobosan ini akan mempertemukan petani, akademisi, pemimpin industri, perusahaan rintisan agritech, pejabat pemerintah, dan investor untuk membahas dan menampilkan kemajuan terkini dalam inovasi pertanian.

Konferensi ini akan menampilkan pidato utama oleh Presiden Prabowo Subianto, Ketua Dewan Penasehat Pemuda Tani Indonesia, yang menyoroti pentingnya inovasi dalam mencapai kedaulatan pangan bagi Indonesia.

Agrinnovation Conference 2025, yang akan diselenggarakan pada 22 Februari 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. (IST)
Agrinnovation Conference 2025, yang akan diselenggarakan pada 22 Februari 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. (IST)

Beberapa tema utama yang akan disoroti melalui talkshow dengan tokoh-tokoh terkemuka di industri ini meliputi:

Pertanian Regeneratif: Obat Ajaib atau Gimmick Pemasaran? menampilkan Dr. Hadis Jayanti (Kementerian Pertanian), Gunawan Sutio (Asosiasi Bioagroinput Indonesia), dan Yacinta Esti (GIZ).

Sesi ini akan membahas prinsip dan praktik pertanian regeneratif, menelaah potensinya untuk meningkatkan kesehatan tanah, keanekaragaman hayati, dan produktivitas, sekaligus membahas tantangan dan peluang dalam implementasinya.

Pertanian Karbon: Bisakah Petani Indonesia Memetik Keuntungan dari Revolusi Pasar Karbon? dengan Natalia Rialucky Marsudi (Fairatmos), Anshari Rahman (Verra), dan Fitrian Ardiansyah (Humphrey Fellow tentang Perubahan Iklim).

Panel ini akan membahas konsep pertanian karbon, potensinya untuk mengurangi perubahan iklim, serta peluang dan tantangan bagi petani Indonesia untuk berpartisipasi dalam pasar karbon.

AI dalam Pertanian: Lebih dari Sekadar Petani Robot (dan Pastinya Bukan Terminator) menampilkan Putri Alam (Google Indonesia), Ankit Gupta (Daya Tani), dan Prof. Rizal Edwin Manansang (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian).

Sesi ini akan mengeksplorasi potensi transformatif AI dalam pertanian, menampilkan aplikasi dunia nyata, membahas manfaat dan tantangan, serta mengatasi kekhawatiran tentang aksesibilitas dan dampaknya pada petani kecil.

GMO di Indonesia: Makanan Frankenstein atau Masa Depan Pertanian? dengan Widiastuti (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian), Woro Umayi (Biotech Croplite Indonesia), dan Bambang Prasetya (Komite Biosafety Indonesia).

Panel ini akan membahas kontroversi seputar GMO, menelaah potensi manfaat dan risikonya, mengatasi kekhawatiran publik, dan membahas lanskap peraturan di Indonesia.

Prospek Pertanian Indonesia: Yang Baik, yang Buruk, dan yang Jelek (Tapi Kebanyakan yang Baik...Mudah-mudahan) dengan Glory Harimas Sihombing (Carbon Offset Asia), Roderick Purwana (East Venture), dan Agung Kurniawan (Croplife Indonesia).

Sesi penutup ini akan memberikan pandangan tentang masa depan pertanian Indonesia, membahas tren, tantangan, dan peluang, dengan fokus pada keberlanjutan, adopsi teknologi, dan peran perusahaan rintisan agritech.