JAKARTA - Pemimpin Uni Emirat Arab mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat negaranya menolak proposal untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka.
Pernyataan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengusulkan pengambilalihan AS atas Gaza dan memukimkan kembali penduduk Palestina di Yordania dan Mesir, yang memicu pertentangan luas di antara negara-negara Arab dan sekutu Barat.
Dilansir Reuters, Rabu, 19 Februari, Nahyan mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam pertemuan di Abu Dhabi , penting untuk menghubungkan rekonstruksi Gaza dengan jalan menuju “perdamaian komprehensif dan abadi berdasarkan solusi dua negara” terhadap konflik Israel-Palestina.
Sikap UEA terhadap konflik ini penting karena merupakan salah satu dari empat negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel selama pemerintahan Trump yang pertama dan karena UEA berperan mendanai pekerjaan rekonstruksi setelah konflik sebelumnya.
BACA JUGA:
Diplomasi Arab di Gaza bertujuan untuk mengembangkan alternatif terhadap rencana Trump mengenai wilayah tersebut, yang sebagian besar hancur setelah kampanye militer Israel selama 15 bulan melawan Hamas, dengan hampir 2,3 juta penduduknya kini kehilangan tempat tinggal.
Para pemimpin Mesir, Arab Saudi, Yordania, UEA, dan Qatar diperkirakan akan membahas rencana tersebut di Riyadh bulan ini sebelum dapat dipresentasikan pada pertemuan puncak Liga Arab di Kairo pada Maret.